Senin, 25 Januari 2016

Bu Angel adalah seorang guru sekolah dasar. Sore itu, setelah makan malam bersama keluarga Bu Angel langsung bergegas masuk kamar untuk menyelesaikan tugasnya mengoreksi pekerjaan rumah para muridnya. Tak lama kemudian Suami Bu Angel, Pak Charles namanya datang sambil memainkan ponsel pintarnya. Pak Charles akhir – akhir ini memang sedang sibuk belajar berbisnis online.
Bu Angel meneruskan pekerjaannya itu, dan ketika Ia membaca pekerjaan rumah salah satu muridnya air matanya pun langsung mengalir menyusuri pipinya. Pak Charles menyaksikan itu dan bertanya.

Charles : Kamu kenapa sayang?
Angel : (menangis sambil menundukan kepalanya)
Charles : Apa yang terjadi ma?
Angel : Beberapa hari yang lalu aku memberikan pekerjaan rumah untuk para muridku pa… (tangisnya sedikit reda)
Charles : Pekerjaan rumah tentang apa memangnya ma?
Angel : Aku menyuruh mereka untuk menulis tentang apa cita – cita mereka…
Charles : okay, lalu kenapa kau menangis ma?
Angel : Memeriksa dan membaca pekerjaan rumah mereka lah yang membuatku menangis…

Karena penasaran, Pak Charles mendekati Bu Angel.

Charles : Aku ingin tau apa yang tertulis dalam buku itu sehingga membuat mu menangis?
Angel : Dengarkan tulisan anak ini… (membaca tulisan anak tersebut dengan suara yang tersedu – sedu karena menahan air matanya yang kembali tak terbendung)

*Cita – Citaku
Cita – citaku adalah menjadi ponsel pintar. Orang tuaku sungguh mencintai dan menyayangi ponsel pintar mereka. Mereka sungguh peduli kepada ponsel pintarnya sehingga kadang mereka lupa untuk peduli dan memberi perhatian kepadaku. Ayah ku lelah setelah bekerja seharian, Ayah punya banyak waktu untuk ponsel pintarnya. Tapi, tidak untuk ku. Ibu ku letih setelah seharian beraktifitas, Ia pun tak pernah lepas dari ponsel pintarnya kecuali dia sedang mengajar. Tapi, dia selalu melepaskan perhatiannya kepadaku seakan tak peduli kepadaku. Ketika orang tuaku mengerjakan beberapa pekerjaan penting dan ponsel pintar berdering, dengan segera mereka mengangkat telepon tersebut. Namun, tidak untuk ku. Meskipun aku menangis merengek pun mereka tetap tak menghiraukan ku. Mereka asyik bermain game dengan ponsel pintarnya, dan mereka tidak bermain dengan aku. Mereka berbicara dengan seseorang dengan ponsel pintarnya. Tapi, mereka tidak pernah mau mendengarkan aku berbicara sekalipun hal itu penting.
Jadi, cita – citaku adalah menjadi ponsel pintar. Ponsel pintar yang selalu diperhatikan oleh kedua orang tuaku, ponsel pintar yang selalu dipedulikan oleh mereka, ponsel pintar yang selalu diajak mereka untuk bermain game, dan ponsel pintar yang selalu menemani mereka disetiap waktu.

Setelah mendengarkan Bu Angel membacakan tulisan anak itu, Pak Charles pun tersentuh dengan tulisan anak itu.

Charles : Siapa yang menuliskan itu ma?
Angel : hmm, papa pasti tidak akan menyangkanya… (sambil kembali meneteskan air mata)
Charles : memang siapa sih ma yang menulis itu? (dengan wajah yang sudah penasaran)
Angel : Anak kita pa…

NB:

Kemajuan tehnologi diera sekarang ini memang memudahkan kita. Tehnologi dapat membuat pekerjaan manusia semakin mudah dan fleksible. Dengan tehnologi jarak ruang dan waktu dapat teratasi dengan mudah. Tehnologi dapat membuat yang jauh serasa dekat. Namun, juga membuat yang dekat serasa jauh. Tehnologi dapat memudahkan kita mengakses informasi dari seluruh dunia. Tapi, tehnologi juga dapat membuat kita semakin tak peduli dengan linkungan sekitar kita. Jadi, gunakan tehnologi itu sewajarnya saja dan jangan sampai kita diperbudak oleh tehnologi. Kita tidak mungkin menutup diri dari kemajuan tehnologi. karena, apabila kita menutup diri dari kemajuan tehnologi kita akan menjadi manusia yang ketinggalan jaman dan bangsa kita akan menjadi bangsa yang tertinggal. Negara - negara yang awalnya menutup diri seperti negara tirai besi dan negara tirai bambu saja sekarang sangat terbuka akan kemajuan tehnologi, dan bahkan mereka ikut dalam mengembangkan dan memajukan tehnologi tersebut. *Pesan ini tidak disponsori oleh siapapun* hehehehehe :D

Kamis, 21 Januari 2016

Sore itu Jono pergi ke rumah Joni. Jono hendak mengajak Joni untuk pergi Ngopi.

Jono : Ni… Joni… Jon… Joni…
Joni : Apa no lu panggil – panggil gue?
Jono : Temenin gue ngopi yuk…
Joni : Mau ngopi dimana sih lu?
Jono : mmm, ngopi di gerai kopi internasional yang itu tuh kayaknya nikmat… sekalian mejeng donk jon…
Joni : ah, ogah ah gue ngopi disana… gue takut ntar kena BOM… kayak gerai yang disono noh…
Jono : Nah terus dimana nih?
Joni : hmm, dimana ya? Gue juga bingung…
Jono : Gimana kalau kita ngopi di mall aja?
Joni : ah, nggak ah… gue takut juga…
Jono : ha? Takut kenapa lagi lu? Takut kena BOM lagi?
Joni : mmm, bukan kena BOM… kalau di mall gue takut ntar dalam kopi gue ada sianidanya... kayak kejadian yang itu tuh…
Jono : Nah terus gimana donk? Di gerai kopi internasional nggak mau… di mall juga nggak mau…
Joni : bentar… bentar deh jon… gue mau mikir dulu…

Beberapa lama Joni berfikir tapi dia tak kunjung menemukan solusi.

Jono : gimana jon? Lu udah punya tempat ngopi yang cocok?
Joni : belum… gue bingung juga…
Jono : ah, daripada bingung – bingung… gimana kalau kita ngopi di warung depan aja?
Joni : ah, nggak ah…
Jono : lha, kenapa lagi? Tadi disitu takut kena BOM… di sana takut ada sianidanya… Kenapa lagi sekarang?
Joni : gue takut kalau di warung ntar kita ditabrak Mobil sport jon kayak yang ada diberita tuh…
Jono : nah, terus gimana nih?

Joni berpikir ulang. Joni berpikir – piker, berputar – putar. Hingga akhirnya…

Joni : aha, gue punya ide jon…
Jono : Ide apaan?
Joni : gimana kalau kita ngopi di rumah aja?
Jono : kenapa nggak dari tadi lu bilang kalau mau ngopi di rumah? Tapi, kalau cuman ngopi di rumah kita nggak bisa mejeng donk?
Joni : ah, gue baru kepikiran jon… lagian mejeng butuh biaya jon…
Jono : Ya udah deh kalau gitu…
Joni : ok, gue bikinin kopinya bentar ya…

Joni pun pergi untuk membuat kopi. Setelah kopi dan beberapa camilan siap Joni pun kembali ke ruang tamu dan membawakan kopi serta camilan untuk Jono.

Joni : ini nih jon… gue bikinin kopi special buat lu…
Jono : kopi special apaan? Jangan – jangan ntar nih kopi lu campurin sianida juga? Hahaha…
Joni : Nggak mungkin lah jon… Ini nih Kopi Indonesia asli… Kopi Indonesia yang udah terkenal nikmat dan mantabnya… nggak kayak kopi di gerai internasional itu atau juga kopi di mall yang itu… Lagi pula yang dicampur sianida itu kan kopi negara tetangga jon… wkwkwk :D
Jono : ah, bener juga ya lu… hehehe 
Joni : Iya donk… gue gitu lho…

Setelah itu mereka menikmati Kopi Indonesia Spesial buatan Joni itu sambil bercakap – cakap.

Joni : Jon, gue mau cerita nih…
Jono : cerita apaan sih jon? Cerita aja kali am ague... nyantai aja…
Joni : hmm, gini jon… sebenernya gue sekarang lagi bokek… mangkannya tadi lu ngajakin gue ngopi diluar gue selalu kasih alesan…
Jono : ah, gimana sih lu sob… kan bisa gue bayarin dulu ntar… kayak ama siapa aja lu ini…
Joni : ya, gue kan sungkan jon…
Jono : ah, ya udah sekarang ngopi keluar yuk… gue bayarin deh… sambil mejeng…
Joni : ah, ini kan udah ngopi jon… masa mau ngopi lagi sih?
Jono : oh iya ya… gue lupa… Yah…. Ga jadi mejeng donk gue?
Joni : udah mejengnya kapan – kapan aja…
Jono : ok lah… tapi omong – omong nih kopi Indonesia memang nikmat dan mantab ya?
Joni : oh, tentu donk jon…
Jono : mangkannya ga salah kalau ada semboyan… “Cintailah Ploduk Ploduk Indonesia”
Joni : huehehehehe… :D
Jono : berarti alesan yang lu kasih tadi buat nolak ajakan gue ngopi diluar itu cuman alesan alibi doank donk jon?
Joni : hmm, bisa dibilang begitu… hehehe :D
Jono : Ah, kalau gitu kan gue bisa traktir lu dulu tadi... dan tentunya acara ngopi dan mejeng gue nggak gagal donk...
Joni : Ah, lu ini... Mejeng Lagi... Mejeng lagi... Mejeng butuh modal sob... hehehe :D

Lalu Jono dan Joni melanjutkan menyeruput kopinya hingga habis.

Selasa, 19 Januari 2016

Disuatu ruang pertemuan seorang bos sedang menanyakan beberapa pertanyaan kepada para karyawannya.

Bos : Jika saya hari itu akan pergi ke suatu tempat dengan penerbangan pagi. Hari itu saya bangun kesiangan dan secara perhitungan waktu pesawat nggak mungkin kekejar. Tapi, saya tetap melanjutkan pergi ke Bandara. Eh, kok ternyata diperjalanan menuju ke Bandara saya terjebak macet. Kalau begitu situasinya saya sial atau beruntung?
Karyawan : Sial pak, sudah bangun kesiangan kena macet pula…
Bos : Nah, setelah bermacet – macet ria akhirnya saya sampai di Bandara. Sesampainya di bandara saya mendapat informasi bahwa pesawat yang hendak saya tumpangi mengalami delay selama 5 jam. Sehingga saya tidak jadi terlambat dan masih bisa menumpangi pesawat tersebut. Nah, jika seperti itu saya sial atau beruntung?
Karyawan : oh, ya tentu beruntung donk bos…
Bos : Nah, akibat pesawat yang delay 5 jam tadi saya kehilangan proyek besar karena client tersebut enggan menunggu saya. Kalau seperti itu saya sial atau beruntung?
Karyawan : hmm, sial bos kalau seperti itu…
Bos : tapi, setelah beberapa bulan kemudian saya mengetahui kolega saya yang mengerjakan proyek besar yang gagal saya dapatkan gara – gara pesawat yang delay tersebut kena tipu oleh client itu milyaran rupiah. Kalau begini kejadiannya saya sial atau beruntung tidak mendapatkan proyek besar itu?
Karyawan : wah, ya tentu beruntung donk bos. Bos jadi kan nggak kena tipu milayaran rupiah…

Dari percakapan diatas kita dapat mengetahui bahwa penilaian kita terhadap suatu peristiwa bisa berubah seiring berjalannya waktu. Judgment yang kita berikan sehari, seminggu, sebulan, setahun, atau bahkan berpuluh tahun yang lalu akan berubah seiring berjalannya waktu. Ya, seiring berjalannya waktu lalu ada kejadian lain setelahnya maka judgment kita atas suatu peristiwa akan mengalami perubahan baik sedikit atau bahkan berubah 180 derajat. Suatu peristiwa yang kita katakan sial hari ini bisa jadi pristiwa tersebut malah menjadi pristiwa yang patut kita syukuri di masa depan.
Mungkin saja ada kejadian dihari ini, atau kejadian diwaktu yang lalu yang mungkin masih belum bisa anda terima. “beruntung dimananya?” “jelas – jelas saya dirugikan, jelas - jelas saya disakiti” mungkin itu penilaian anda. Tapi, lihat saja seiring berjalannya waktu karena semua yang ada dalam hidup ini tidak akan selalu tetap. Hidup itu seperti sungai yang mengalir dan sangat dinamis sehingga sangat – sangat memungkinkan mengalami perubahan.
Penderitaan akan dimulai disaat kita kaku dalam menilai. Kita selalu memegang penilaian kita ataas sesuatu pristiwa yang buruk tersebut tanpa mau membuka mata untuk melihat peristiwa kelanjutannya. Padahal peristiwa kelanjutannya tersebut berfungsi sebagai penjelas peristiwa buruk yang kita alami sebelumnya itu.
Kita akan tersesat di Kota Semarang apabila kita hendak menyusuri Kota Semarang di tahun 2016 dengan menggunakan peta Kota Semarang yang dibuat tahun 1960-an. Untuk menyusuri Kota Semarang kita perlu mengupdate peta tersebut. Demikian pula dengan peta kehidupan kita, agar kita tak tersesat dalam hidup ini maka kita perlu memperbarui penilaian – penilaian kita akan suatu pristiwa. Kita menilai orang dengan peta yang tidak diupdate, kita menilai pristiwa dengan peta yang sudah kadaluwarsa. Bisa jadi, orang yang kita benci beberapa tahun lalu kini telah berubah 180 derajat. Lalu, mengapa peta dengan penilaian lama tersebut masih kita pegang erat? Padahal peta lama tersebut jelas menyimpan penderitaan kita.
Banyak peristiwa, ada suka tentu ada duka. Ada tangis juga ada tawa. Ada manis dibalik kecewa. Jadi, lalui saja semua seperti air yang mengalir disungai, seperti udara yang berhembus di tepian pantai. Tentu, mari kita juga Update peta penilaian kita menjadi peta yang benar – benar baru. Singkirkan semua penderitaan yang telah tergores pada peta yang lama.
Hmm, tapi ngapain jaman sekarang masih pakai peta? Kan jaman sekarang udah ada GPS atau bisa pakai Google Map, hehehe :D Just Kidding.

Minggu, 17 Januari 2016

Suatu sore, seorang kakek – kakek tua hendak pergi ke dokter gigi. Beliau hendak memeriksakan giginya yang sudah tinggal dua. Sesampainya di tempat praktek dokter gigi tersebut sang kakek langsung mengambil nomor antrian. Tak selang berapa lama tiba giliran kakek tua itu untuk masuk ke ruang praktek dokter.

Dokter : Selamat sore Kek.
Kakek : sore dok…
Dokter : Ada yang bisa saya bantu kek?
Kakek : Iya dok, saya kemari hendak memeriksakan gigi saya yang tinggal dua ini dok... *dengan suara khas orang tua yang gemetar*
Dokter : Oh, baik kek. Silahkan duduk disini…
Kakek : baik dok…

Sang kakek pun langsung menuju ke kursi pemeriksaan dan duduk disana.

Dokter : Ayo kek buka mulutnya lebar – lebar. Aaa… *aba – aba sang dokter yang menyuruh kakek membuka mulut*

Kakek pun membuka mulut dan sang dokter mulai memeriksa gigi kakek.

Dokter : waduh kek, gigi kakek sudah hamper habis… gimana kalau dipasang gigi palsu kek?
Kakek : boleh deh dok…
Dokter : iya kek, hari ini kita lakukan pengukuran gigi terlebih dahulu dan besok kita akan memasangnya kek… bagaimana?
Kakek : boleh deh dok… tapi, kira – kira berapa ya dok biayanya? Mahal nggak dok?
Dokter : Nggak mahal kok kek, cuma Dua juta rupiah kek…
Kakek : oh baik dok… kalau begitu besok saya akan kemari lagi…

Setelah itu sang kakek pun pulang ke rumah. Keesokan harinya dengan persiapan yang matang sang kakek kembali lagi ke tempat dokter tersebut untuk melakukan pemasangan gigi palsu.

Kakek : sore dok… Saya sudah siap untuk pemasangan gigi palsu dok…
Dokter : Sore juga kek, silahkan duduk di kursi seperti kemarin ya kek…

Tak berapa lama sang kakek langsung menuju ke kursi tersebut dan sang dokter langsung melaksanakan tugasnya untuk memasangkan gigi palsu di mulut sang kakek. Setengah jam berlalu, tugas dokter pun selesai dan sang kakek telah memperoleh gigi palsu yang terpasang di mulutnya.

Dokter : sudah selesai kek… silahkan pindah ke meja konsultasi…
Kakek : baik dok… terima kasih…

Di meja konsultasi sang dokter memberikan penjelasan kepada kakek – kakek itu tentang bagaimana cara merawat gigi palsunya.

Dokter : Jadi, kakek paling tidak sebelum tidur harus gosok gigi ya kek…
Kakek : baik dok… mmm, saya pamit dulu ya dok… ini uang dua juta rupiah untuk gigi ini dok... terima kasih ya dok…
Dokter : Sama – sama kek… Hati – hati dijalan ya kek…

Setelah itu kakek pun keluar dari ruang praktek dokter tersebut dan sang dokter mulai menghitung dan memeriksa uang tersebut. Tak lama kemudian sang dokter keluar dari ruangannya sambil bertriak memanggil sang kakek.

Dokter : Keeeeek… Kakek tunggu sebentar… Keek…

Mendengar teriakan dokter yang memanggil dirnya, sang kakek pun berhenti dan sang dokter menghampirinya…

Kakek : ada apa dok?
Dokter : ini kek, uang yang kakek berikan palsu semua kek… …
Kakek : terus apa masalahnya dok?
Dokter : Ya masalahnya ini adalah uang palsu kek…
Kakek : lalu?
Dokter : saya minta ganti yang asli kek…
Kakek : enak aja dokter ini… kan kita impas dok...
Dokter : kok bisa impas? Impas gimana kek maksudnya?
Kakek : Nah, sekarang saya Tanya. Apa yang dokter pasangkan dimulut saya?
Dokter : Gigi palsu kek…
Kakek : Saya Tanya lagi, uang yang dokter pegang ini uang apa dok?
Dokter : Uang Palsu kek…
Kakek : Nah, impas kan berarti? Saya dapat gigi palsu dokter dapat uang palsu… Sama – sama senang kan? *sambil melanjutkan berjalan meninggalkan tempat praktek dokter gigi tersebut*
Dokter : dasar kakek – kakek s*nting…!

Sabtu, 16 Januari 2016

Jomblo adalah seorang cewek yang ngejomblo karena dulu dia pernah patah hati. Sampai sekarang dia tetap ngeJomblo karena dia selalu gagal move on. Sedangkan Single adalah seorang cowok yang selalu memegang prinsipnya untuk tetap single sampai dia meraih kesuksesan.
Suatu hari Single berada di kantin kampus. Dia melihat Jomblo sedang lewat dihadapannya dan memanggilnya.

Single : mblo mblo jomblo...
Jomblo : apaan ngle panggil - panggil gue...
Single : nggak apa mblo. gue cuma mau tanya ke lu...
Jomblo : emang lu mau tanya apaan ke gue?
Single : lu nggak malu mblo?
Jomblo : malu sama siapa?
Single : malu sama Jakarta...
Jomblo : kenapa gue harus malu sama Jakarta? emangnya apa hubungan gue sama Jakarta?
Single : Ya, lu nggak malu kalah sama Jakarta?
Jomblo : kalah apaan sih emang? kok ga jelas banget sih lu ngle...
Single : kalah cepet move on sama Jakarta... Jakarta aja hari itu diteror tapi, hari itu juga Jakarta langsung move on... Nah elu? udah lama hancur tapi, ga move on move on...
Jomblo : sialan lu...! lu emang punya bukti kalau gue belum move on?
Single : Nah, itu... lu masih ngejomblo... nggak punya pacar...
Jomblo : emang lu punya pacar?
Single : nggak juga... 
Jomblo : terus apa bedanya gue sama lu?
Single : kalau gue itu prinsip. kalau lu ngejomblo itu nasib sekaligus gagal move on...
Jomblo : hmm, sialan lu...!
Single : tapi, masih mending lu lho mblo...
Jomblo : mending gimana?
Single : ya, mending lu gagal move on dari pada orang yang gagal paham...
Jomblo : gagal paham? gimana maksud lu?
Single : itu lho mblo... gagal paham kayak itu tuu...
Jomblo : oh, ya ya ya... gue paham yang lu maksud...
Single : bagus deh kalau lu paham yang gue maksud...
Jomblo : iya donk mending gue gagal move on dari pada dia gagal paham... dia kira kita orang takut apa... kita orang ma nggak takut... mangkanya kita orang ma ga mau minta maaf... emang siapa yang salah? asal aja suruh suruh minta maaf...
Single : hahaha... iya mblo... kali ini kita sehati...
Jomblo : kita ma dari dulu sehati ngle. tapi, memang ada perbedaan dikit, hehehe :D
Single : ya udah mblo kalau gitu kita jadian aja gimana?
Jomblo : mmm, nggak deh ngle... gue masih belum bisa move on... jadi sorry ya ngle...
Single : ah, gimana sih lu mblo... dasar payah... gagal move on mulu...
Jomblo : Nah lu sendiri? katanya prinsip? tapi, kok ngajakin gue jadian?
Single : hmm, demi lu gue ngelanggar prinsip gue sendiri mblo...
Jomblo : uuuu, so sweet... tapi, lu juga payah... prinsip sendiri lu langgar...
Single : ya udah kalau gitu, gue tarik kata - kata gue yang tadi... anggep aja gue ngggak pernah ngajakin lu jadian... dasar payah...!
Jomblo : lu itu yang payah...!

akhirnya jomblo dan single tetap menyandang status lama mereka masing - masing. :D

NB : Jakarta memang hebat. Rakyat Indonesia memang TOP. Hari itu kena hari itu juga langsung bangkit. Jakarta nggak takut. Kami nggak takut. Indonesia Berani. Kita bersatu maka kita berani. Bhineka Tunggal Eka. Jadi, buat apa minta maaf? emang kita punya salah? Jadi, Hidup Indonesia.
    #KamiTidakTakut #IndonesiaBerani #JakartaRecoveryQuickly

Rabu, 23 Desember 2015

Refleksi Aksi Berbagi Kasih

Hi guys, sedikit berbagi pengalaman nih melalui refleksi yang dituliskan oleh Margarita, Bonaventura Pradana, Patricia Inge, Diyani Eka, dan tentunya saya sendiri. Refleksi ini kami tuliskan setelah kami melakukan kegiatan bersama di Yayasan Sekolah Kehidupan atau yang lebih dikenal dengan nama The School of Life Foundation yang terletak di Kota Semarang. Semoga Refleksi ini bisa bermanfaat yaa...


  1. Refleksi Pribadi Margarita

  2. Baru pertama kali ini saya mengadakan charity bersama teman-teman disfabel. Sewaktu saya berkumpul bersama teman-teman The School Of Life ini saya merasa sangat sedih melihat kondisi mereka yang serba kekurangan itu. Teman-teman yang berada di The School of Life ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda dan mereka bisa berada di tempat itu karena mereka bisa dikata dibuang oleh keluarganya ,karena tidak bisa menerima kondisinya. Ketika saya berada disana antusias para teman-teman ini luar biasa mereka bisa bersama-sama berkumpul,walaupun acaranya belum dimulai dan saat acara dimulai mereka dapat mengikuti acara sampai selesai, walaupun saat acara berlangsung ada seseorang yang sangat histeris sekali ,entah kenapa dia bisa begitu.

    Pesan: Sisi positif yang dapat saya lihat dari teman-teman di The School of Life ini adalah semangatnya untuk dapat bertahan hidup ,walaupun mereka dibuang oleh keluarganya . Pesan yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman semuanya adalah terus semangat wujudkan impianmu selagi kamu masih bisa dan ingat bahwa Tuhan memiliki rencana yang indah dibalik semua kerja keras mu.


  3. Refleksi Pribadi Bonaventura Pradana Suhendarto

  4. Sungguh senang rasanya ikut terlibat berbagi kasih dengan sesama kita. Ya, selasa 2 Desember 2015 yang lalu aku bersama teman – temanku berkunjung ke The School Of Live Foundation untuk berbagi kasih melalui acara yang kami buat. The School Of Live Foundation adalah suatu yayasan yang menangani dan juga merawat mereka yang berkebutuhan khusus. Berangkat dari kepedulian ibu Priska yang juga seorang tunanetra yang mendirikan sebuah yayasan itu.

    Ketika diberikan tugas Religositas untuk berbagi kasih kepada mereka yang berkekurangan atau berkebutuhan khusus, jujur aku merasa tergerak. Mungkin Tuhan menjawab doaku sewaktu aku masuk Unika. Ketika itu aku berdoa semoga melalui Unika aku bisa lebih terpanggil untuk lebih melayani karena prinsip hidupku juga “Hidup adalah pelayanan”. Maka dari itulah aku tanggapi tugas ini dengan penuh sukacita.

    10.05 aku datang, dan yah aku melihat mereka sudah menunggu dan mereka terlihat senang ketika aku dan teman- teman datang. Kemudian acara demi acara langsung aku mulai bersama teman- teman. Ya, mereka sangat senang kami ajak untuk bergembira bersama, selama kurang lebih 2 jam lamanya. Saat sesi motivasi dari film yang dibawakan oleh Inge, aku juga ikut melihat dan duduk bersama mereka, ketika aku ajak berbicara pun mereka juga sangat senang berbicara denganku walaupun kadang tidak nyambung, tapi tidak apalah. Hal yang paling menyentuh untuk pribadiku sendiri adalah ketika ending acara. Sesaat dan pada waktu foto bersama ada beberapa dari mereka mendekatiku dan berkata “Terimakasih kak, sudah mau bersama dengan kami”, “Terimakasih kak, aku senang” dan juga ada yang bercerita denganku, dia adalah Agustinus namanya. Dia bercerita panjang lebar yang intinya dia berasal dari Parakan, ketika itu dia merasa tidak diperhatikan dan dia masuk ke The School Of Live Foundation. Disini dia merasa senang dan diperhatikan ketimbang di tempat lain.

    Lalu letak hal yang paling menyentuhnya dimana? Bukan karena aku mendapat pujian dari mereka tetapi aku merasa bisa membagikan kasih kepada mereka melalui apa yang aku punya. Dalam hati aku berkata “Terimakasih Yesus, aku boleh berbagi bersama mereka, mereka juga boleh merasakan sentuhan kasih dari aku dan teman- teman”. Secara sadar atau tidak sebenarnya kita didasarkan oleh Tuhan, bahwa merekapun sebenarnya adalah makhluk ciptaan Tuhan. Memang benar mereka tidak sesempurna kita tetapi pada dasarnya mereka sama dengan kita. Apakah dengan kesempurnaan kita, kita selalu bersyukur?. Yakin, seyakin - yakinnya tidak selamanya kita bersyukur. Akupun menyadari, masih dirasa kurang bersyukur akan segala anugerah yang diberikan oleh Tuhan. Sebagai manusia kita bisa mewujudkan rasa syukur itu dengan cara berbagi kasih dan juga menghargai adanya mereka yang berkebutuhan khusus. Dengan begitu mereka merasa menjadi sama dengan kita.

    Kita lihat ibu Priska, beliau tunanetra sejak kecil namun ia masih sangat bersyukur bahwa ia merasa masih diperhatikan oleh orang lain, masih diberikan nafas kehidupan, dan boleh memiliki seorang suami yang mensupport hidupnya sehingga ia merasa sama seperti orang lain. Kemudian ia ungkapkan rasa syukurnya dengan menampung mereka yang berkebutuhan khusus dan merawatnya sampai mereka sembuh. Dengan kerendahan hati dan penuh sukacita ibu Priska setiap hari melayani dan memperhatikan mereka. Disitulah karya Tuhan nyata hadir. Karya Tuhan hadir bersama mereka melalui ibu Priska.

    Sama seperti Yesus yang juga melayani bahkan menyembuhkan orang sakit, orang buta kemudian memberi pada yang kelaparan. Yesus hadir ditengah- tengah mereka. Yesus melayani dan membantu mereka. Maka dari itu hendaknya kita meneladan Yesus yang mau melayani sesamanya dan siapapun. Yakinlah bahwa melayani akan membawa hati kita lebih sukacita.


  5. Refleksi Pribadi Patricia Inge Ayuningtyas Michael

  6. 2 Desember 2015, Berat hati untuk pergi kesana karena banyak kejadiaan yang sama sekali tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, mulai dari pemberitahuan LCD yang tidak disediakan disana serta layar proyektor pun tidak ada. Tetapi saya mengikat kekesalanku dan membuangnya jauh-jauh saat menuju ke Yayasan The School of Life Foundation, karena saya tau tugas dalam berbagi kasih dan kebahagiaan ini harus saya selesaikan pada titik akhir. Tiba di Yayasan The School of Life terlihat teman-teman serta para warga binaan sudah menunggu saya di Yayasan The School of Life, padahal saat itu saya telat tidak sesuai jam yang seharusnya acara itu dimulai. Tetapi ketika saya memasuki Rumah Yayasan The School of Life saya disambut dengan senyuman hangat dari mereka para warga binaan. Senyuman dari mereka sungguh meremukan hati saya, yang saat itu perasaan saya berkutat pada kesedihan, kekesalan, kemarahan, dan keegoisan. Tapi semuanya itu luluh layaknya lilin yang mencair akibat nyala api yang ada pada sumbu tersebut.

    tentu, mereka lah api dan saya lah lilin tersebut. Bersalaman dengan mereka membuat saya berada dititik kesedihan yang mendalam, terlintas difikiran saya “mengapa?...mengapa mereka semua ada disini ? apakah mereka tidak pernah diperhatikan oleh orang-orang terdekat ?” kata-kata tersebut seperti hantu yang selalu ada difikiranku saat aku berada disana. Stop ! Ada seseorang yang sangat special yang saya cari di Yayasan The School of Life, saya tidak melihat Kak Priska.

    Ya, Kak Priska adalah orang special yang pertama kali saya temui saat observasi yang saya, richard, dan yusuf lakukan sebelum hari acara dimulai. Kak Priska sungguh amat beruntung, walaupun beliau tuna netra beliau memiliki seseorang yang sangat disayangi dan dicintainya yaitu Suami serta 2 orang anak. secara fisik memang hanya kegelapan yang menyelimutinya tetapi secara batin dan perasaan yang dialaminya, banyak sekali warna-warni kehidupan yang menutupi kegelapan beliau. Suami dan anak-anaknya sangat mendukung, memberikan perhatian penuh kepada Kak Priska serta tak lupa memberikan semangat agar Kak Priska tidak mudah jatuh dalam kesedihan. Saat pertama kali saya melihat dan mendengarkan cerita dari Kak Priska merasa tersentak hati berkata “mengapa saya yang memiliki organ tubuh sempurna dan bisa melihat, selalu adanya keluhan ?” jawabannya hanya dari kak Priska yang selalu memberi semangat serta motivasi yang sangat bermanfaat bagi saya.

    Sesi menonton film serta mereview film, air yang berteriak ingin keluar dari kelopak mata saya tentu masih bisa saya tahan agar tidak keluar dari garis batas kesedihan. Jujur, saya tidak ingin rasanya untuk berbicara apa yang dapat diambil dari film tersebut karena saya tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan tetapi ini adalah tugas saya untuk memberikan semangat dan motivasi kepada mereka semua, saya harus melaksanakan dengan tuntas sampai titik tanda selesai tampak.

    Mereka yang berkebutuhan khusus tampak senang dan sangat bersemangat ketika diberikan motivasi yang saya sampaikan kepada mereka, tapi motivasi yang saya sampaikan menurut saya belum sempurna karena saya tidak mau mereka merasakan ataupun mengingat kesedihan yang dialami sebelum mereka masuk ke Yayasan The School of Life. Saya harus memberikan kepada mereka sebuah senyuman dan kebahagiaan. Senyuman dan kebahagiaan merupakan cara simple yang dapat dilakukan, tapi berat untuk melakukan dengan sepenuh hati. Bahagia, senang, terharu, serta semangat lah yang sekarang menyelimutiku hingga dinginnya keluhan dan kesedihan hilang seketika. Saya merasa sangat bersyukur sekali karena banyak orang menyanyangi, memperhatikan dan mencintai saya dengan tulus. Tentu saya sangat banyak belajar dari mereka terutama sang motivatorku Kak Priska.

    Dibuang, diasingkan, diterlantarkan serta tidak diberikan perhatian penuh sungguh saya merasa sangat sedih sekali melihatnya. Tetapi saya tau mereka tidak sendiri dan tidak merasa terasingkan masih karena masih ada Tuhan yang selalu menemani mereka setiap saat. perhatian yang benar-benar tulus yang ingin mereka rasakan. akhir acara saya tersontak kaget ketika ada anak berusia 10th yang divonis memiliki penyakit epilepsi/ayan berjabat tangan denganku serta memeluku ketika aku berada diluar dan ia berkata “kakak cantik, terimakasih ya untuk semuanya aku sangat senang deh.. nanti kesini lagi ya..??” saya tak tau ingin bilang apa kepada anak itu tetapi saya memberanikan untuk berkata “pasti dek.. nanti kakak kesini, tapi kalau kakak kesini kamu harus cepat sembuh ya..” tak tau perasaan apa yang timbul ketika anak tersebut segera melepaskan pelukannya dariku dan segera masuk kedalam.

    Menahan air mata yang ingin keluar sungguh sangat sakit, tapi mau tidak mau saya harus menahan air mata yang akan segera keluar dari kelopak mata saya agar tidak dilihat oleh orang lain kalau saya lemah, saya harus kuat. Mereka yang sendiri saja bisa kuat, apa kabar saya ? Semoga ketika saya kembali untuk menjenguk mereka di Yayasan The School of Life yang berkebutuhan khusus dapat sembuh secara normal dan memberikan senyuman kebahagiaan tanpa adanya kesedihan. Ingatlah “You are alone, because your Strong” kamu sendiri, karena kamu kuat.


  7. Refleksi Pribadi Richard Kennedy

  8. Yeaahh, hari ini 2 Desember 2015, aku bersama teman-teman dari Universitas Katholik SoegijaPranata akan mengadakan kegiatan berbagi kasih bersama. Aku bersama inge, bona, dan teman lainnya mengadakan kegiatan berbagi kasih bersama di Yayasan Sekolah Kehidupan atau yang lebih dikenal dengan The School of Life Foundation (TSOLF). Yayasan ini terletak di daerah Semarang Barat tepatnya di Jalan Cakrawala Utara.

    Kegiatan yang kami laksanakan ini kami beri judul Bersama Bergembira Dalam Iman dan Kasih Nyata. Ya, kami memang akan mengadakan kegiatan untuk bersama-sama bersenang-senang dengan seluruh warga binaan yang ada di TSOLF. Semua ini kami lakukan sebagai keinginan kami untuk mewujudkan Iman dan Kasih kami secara nyata. Tak hanya dalam teori, kata, ataupun tulisan. Kami ingin mewujudkan Iman dan Kasih kami dalam kegiatan Nyata yang konkret dan langsung bisa bersentuhan dengan sesama kami terutama mereka yang dikasihi tuhan secara khusus.

    Kami memilih TSOLF sebagai tempat kami melaksanakan kegiatan ini karena memang aku telah mengenal pemilik serta pendiri The School of Life Foundation sebelumnya. Dia adalah Priskhilla Smith Jully. Ya, Dia adalah seorang wanita yang hebat. Dengan segala keterbatasan Ia mampu untuk mengabdikan dirinya untuk sesama. Dia adalah seorang wanita dengan keterbatasan pengelihatan. Ya, Dia tunanetra sama sepertiku. Sungguh hebat perjuangan dan kisah hidupnya. Kisah dan perjuangannya itu sangat menginspirasi hidupku. Sedangkan warga binaan di TSOLF mayoritas adalah penyandang disabilitas. Kebanyakan dari mereka adalah disabilitas yang dibuang dan disingkirkan oleh keluarganya sendiri. Entah mengapa? Aku sendiri tidak mengerti dengan jalan pikiran keluarga mereka.

    Dari kegiatan ini aku lebih bisa bersyukur atas segala apa yang telah aku miliki. Dari teman-teman di TSOLF aku lebih bisa lagi belajar banyak hal. Ya, meskipun lebih dari 2 tahun yang lalu Tuhan telah mengambil pengelihatanku. Tapi, aku tetap bersyukur karena tuhan masih memberikan keluarga terutama kedua orang tuaku yang selalu mendampingiku, mensuportku, dan selalu membimbingku. Orang-orang serta teman-teman disekitar yang selalu memberikan semangat dan kasih saying mereka untukku. Bagiku, taka da yang lebih indah dari itu semua. Tak henti syukurku Tuhan kepada-Mu. Kau telah ambil pengelihatanku. Kau ambil kedua mataku. Tapi, betapa baik-Nya Engkau Tuhan. Kau ganti kedua mataku dengan ribuan pasang mata dari orang-orang di sekelilingku yang selalu ada dan mendampingiku.

    Betapa aku bersyukur tuhan kepada-Mu. Saat aku jatuh terpuruk kau masih menemaniku, kau memberikanku orang-orang disekelilingku yang selalu menjagaku, mensuportku, dan menyayangiku. Sungguh mulia engkau tuhan. Betapa tidak, teman-teman ku disini Tuhan. Di The School of Life Foundation. Mereka tuhan dalam kondisi yang engkau sendiri tau. Tapi, kenapa tuhan? Kenapa orang-orang disekitar mereka tak mendukung mereka? Mengapaorang-orang disekitar mereka tidak mensuport mereka? Mengapa orang-orang disekitar mereka bahkan keluarga mereka sendiri menyingkirkan mereka? Tapi, aku tetap percaya tuhan engkaulah yang selalu mendampingi mereka. Engkau Tuhan yang kuatkan mereka, dan Engkau Tuhan yang jamah dan sembuhkan mereka. Engkau mengumpulkan mereka disana, agar mereka bisa berkumpul dalam keberagaman, menguatkan satu sama lain dan menjadi seperti keluarga. Kau utus Tuhan seorang wanita yang berhati seperti malaikat untuk merangkul mereka semua. Meski wanita itu juga memiliki suatu keterbatasan tapi hati malaikatnya itu yang telah membantu Dia dalam melampaui batas. Sungguh Tuhan, Kau sungguh agung. Diri-Mu Nampak dalam segala ciptaan-Mu. Tuhan, aku juga berkinginan untuk ambil bagian tuhan dalam rancana indah-Mu. Ijinkan aku tuhan untuk ambil bagian dalam mewartakan kabar gembira dari Mu, dan untuk mengaggungkan nama-Mu diseluruh muka bumi ini.

    Berbagi kebahagiaan bersama mereka sungguh indah tuhan. Aku merasa tuhan aku memang engkau utus tuhan. Melalui Universitas Katholik Soegijapranata Tuhan aku percaya aku memang kau utus tuhan. Untuk mempelajari semua ini. Untuk belajar lebih mensyukuri hidup, untuk belajar bahwa Engkau memang sungguh begitu agung dan adil, untuk belajar mencintai sesama , untuk belajar berbagi, untuk belajar menghargai, dan untuk belajar tetap tegar. Engkau tuhan yang membuatku belajar banyak hal tuhan melalui teman-teman di TSOLF. Dalam segala keterbatasan tetapi mereka tetap bisa tegar, dan bahkan bergembira bersama dalam Iman dan Kasih Nyata atas nama-Mu Tuhan.

    Tuhan, aku sadar tak semua dapat ku miliki didalam hidupku. Tapi, Tuhan aku percaya rancangan-Mu didalam hidupku adalah Rancangan terbaik bagiku. Engkau telah siapkan semua untukku. Kau rancang hidupku ini Tuhan. Dan aku percaya Tuhan rancangan-Mu itu pastilah rancangan yang indah damai sejahtera.Tuhan, walau ku tak bisa melihat. Segala apa yang ada didunia. Tapi, ijinkanlah hatiku ini untuk tetap memandang-Mu. Agar Kau bisa tuntun langkahku Tuhan. Ya, ini tuhan kenyataan hidupku. Aku percaya Tuhan, Kau yang telah siapkan ini semua. Perjalanan hidupku kau tuntun aku, Kau kuatkan aku, dan Kau beri aku orang-orang yang selalu ada disekelilingku mensupport dan menyayangiku. Biarlah hatiku tetap memandang-Mu Tuhan. Dan aku akan menguatkan imanku. Dan aku percaya Tuhan Kau selalu ada untukku dan untuk semua orang di dunia ini.

    Tuhan, aku sungguh bersyukur karena aku telah kau beri keluarga yang amat menyayangiku. Terima kasih Tuhan kau beri aku Mama dan Papa yang selalu mendampingiku, mensupportku, dan menyayangiku selalu. Kau juga beriku seorang Adik laki-laki yang selalu bisa menemaniku, membantuku, dan menyangiku. Terima kasih Tuhan bagi-Mu. Kau berikan aku keluarga yang selalu menemaniku meskipun aku berada dalam keadaan terpuruk sekalipun. Kau kuatkan aku melalui mereka. Maka Tuhan, aku berharap pada-Mu semoga engkau tetap memberkati keluargaku, melindungi selalu, senantiasa memberikan keselamatan dan kesehatan, dan senantiasa menghujani kami dengan kasih-Mu Tuhan.

    Aku juga berdoa untuk teman-teman di TSOLF Tuhan, agar kau senantiasa mendampingi mereka, menguatkan mereka dan memberkati mereka selalu. Semoga engkau senantiasa menjamah dan menyembuhkan mereka Tuhan. Dengan kekuatan kasih-Mu aku yakin Tuhan semua pasti bisa terjadi. Kau bisa membuat yang buta jadi melihat, yang tuli jadi mendengar, bahkan yang mati kau bangkitkan Tuhan. Sungguh besar kuasa-Mu Tuhan.

    Hujani kami Tuhan, Hujani kami dengan kasih dan limpahan berkat-Mu. Semoga melalui acara yang kami selenggarakan ini bisa juga menjadi jalan bagi teman-teman Universitas Katholik Soegijapranata yang terlibat dalam acara ini bisa melaksanakan panggilannya untuk melayani. Semoga dari acara ini kami senantiasa dapat melayani sesama kami dengan sepenuh hati dan kami semakin dapat mewujudkan kasih-Mu kedalam dunia ini dalam tindakan-tindakan nyata kami. Amin…

    Esok adalah 3 Desember. Ditanggal 3 Desember dunia memperingati Hari Disabilitas Internasional. Aku ucapkan selamat Hari Disabilitas Internasional dan semoga di Hari Disabilitas Internasional ini disabilitas dapat semakin maju untuk mengembangkan dirinya dan ikut memajukan bangsa dan negaranya. Semoga pemerintah dan masyarakat tidak memandang disabilitas sebagai beban. Akan tetapi, mampu memandang disabilitas sebagai potensi yang perlu dikembangkan. Jangan menjadikan disabilitas hanya sebagai objek pembangunan saja. Tapi, jadikanlah sebagai subjek dalam pembangunan tersebut. Berikan kesempatan dan berikan kesetaraan. Sekali lagi Selamat Hari Disabilitas Internasional.


  9. Refleksi Pribadi Diani Eka Putri

The school of live menjadi tujuan awal kami untuk menyalurkan bantuan dan berbagi kebahagiaan bersama. Pada saat itu kita berada di pusat The school of live. Raut wajah yang ceria dari teman-teman kita di The school of live terlihat jelaas menyambut kami ketika kami telah sampai dan masuk kesana. Setelah masuk kami memulainya dengan memperkenalkan nama kami satu persatu dan tak lupa kita awali segala hal dengan doa bersama. Seusai berdoa kita mulai melakukan berbagai rangkaian acara, seperti acara pertama adalah mengajak mereka untuk menyanyikan yel-yel dulu dari kita, lalu menonton film, bermain games, bernyanyi bersama, sharing, dan hingga berfoto-foto bersama. Betapa bahagianya kita semua berkumpul untuk berbagi kebahagiaan, dan mereka pun sepertinya merasakan hal yang sama seperti kami saat mereka bisa ikut berinteraksi dengan bersama-sama melakukan seluruh acara yabng telah kami susun.

Selepas kami berkunjung ke pusat The school of live, tujuan kami selanjutnya adalah cabang The school live yang terletak tidak jauh dari pusatnya hanya beberapa gang saja dari tempat awal kami jalan bersama teman-teman kelompok kami menuju cabang. Setelah kami sampai di tempat cabang, kami bertemu dengan adik-adik kecil yang lucu. Betapa lucunya mereka saat memberikan salam kepada kami, kegiatan kami disana bermain dengan adik-adik dan memberikan bingkisan kecil-kecil lepada mereka. Bettapa senangnya melihat mereka terlihat senang atas kedatangan kami.

Suatu hal yang mungkin dapat menjadi pelajaran dan renungan bagi kita adalah bahwa bantuan yang mereka terima dan kebahagiaan yang kita lakukan bersama. Jauh di relung hati mereka bukannya melihat seberapa besarnya sumbangan itu namun bagi mereka lebih disayangi dan diperhatikan. tidak melihat dari besarnya bantuan dan santunan yang kita berikan namun mereka melihatnya sebagai wujud kasih sayang, dan mereka haus akan hal itu. Rasa kasih sayang itulah yang mereka rindukan selama ini dari kita, sebagaimana rasa kasih sayang orang tua kita terhadap kita yang jarang mereka dapatkan.. dan kita sebagai manusia yang tidak memiliki kekurangan hendaknya kita semua bersyukur kepada Tuhan kita masih di beri kesempurnaan, kebahagiaan, dan kesehatan hingga saat ini. Kita harus bisa belajar dari apa yang telah kita lihat bahwa yang tidak seperti kita saja mereka selalu bersyukur dan tidak pernh menyerah apalagi kita yang sempurna. Banyak-banyaklah bersyukur dan melakukan hal-hal baik.


Hmm, berikut ini adalah video kegiatan kami di The School of Life Foundation. untuk menontonnya silahkan klik disini.



Oh, Ya nggak lupa saya ucapkan Selamat Hari Natal 2015 yaa... Semoga berkat dan damai natal melimpah pada kita. Amin... :D


Merry Christmas 2015

Senin, 30 November 2015



A.                Sistem Hukum Kontinental

Sistem hukum continental atau yang juga dikenal sebagai Civil Law adalah system hukum yang berkembang di Negara-negara eropa kecuali Inggris. Sistem hukum ini bersumber dari kodifikasi hukum yang berlaku di kekaisaran romawi pada masa pemerintahan kaisar Justianus. Abad ke-5 SM (527-565). Peraturan-peraturan hukumnya berasal dari kaidah – kaidah hukum khaisar Justianus yang disebut dengan Corpus Juris Civilis.  Prinsip hukum yang ada dalam Corpus Juris Civilis dijadikan dasar perumusan dan kodifikasi hukum di negara – negara Eropa daratan seperti Jerman, Belanda, Perancis, dan Italia, juga Amerika Latin dan Asia termasuk Indonesia.
Prinsip utama dari system hukum continental yaitu bahwa hukum memiliki kekuatan yang mengikat karena peraturannya berbentuk undang-undang yang tersusun secara sistematis dalam kodifikasi. Yang menjadi tujuan utama dari Sistem hukum ini adalah kepastian hukum. Untuk mencapai kepastian hukum berarti hukum harus dirumuskan secara tertulis. Sistem hukum ini menganggap tidak ada hukum selain undang-undang. Hakim dalam system hukum ini tidak dapat leluasa menciptakan hukum yang dapat berlaku umum. Hakim hanya berfungsi untuk menetapkan dan menafsirkan peraturan-peraturan sesuai batas wewenangnya. Sehingga hakim sering disebut sebagai corong undang-undang.
Terdapat 2 golongan dalam sumber-sumber hukumnya, yaitu :
1.                  Hukum Publik
Hukum yang mengatur tentang kekeuasaan dan wewenang pemerintah serta hubungan pemerintah dengan warga negaranya. Yang termasuk hukum public adalah Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara, dan Hukum Pidana.
2.                  Hukum Privat
Hukum yang mengatur tentang hubungan Antara orang per orang atau individu antar individu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya termasuk masalah ekonomi. Yang termasuk hukum Privat adalah Hukum Perdata, Hukum Dagang, Hukum Internasional, dan Hukum Perdata Internasional.

B.                 Sistem Hukum Anglo Saxson

Sistem hukum anglo saxson mula-mula berkembang di Negara Inggris. Sistem hukum anglo saxon sering juga disebut Common Law atau juga Unwriten Law, hukum tidak tertulis. System hukum ini berkembang di Negara-negara persemakmuran Inggris, Amerika Utara, Canada, dan Amerika Serikat.
Sumber hukum dari system hukum ini adalah kumpulan-kumpulan putusan hakim yang telah memiliki kekuatan tetap dan mengikat atau yang sering disebut Yuris Prudensi. Selain itu kebiasaan-kebiasaan, peraturan-peraturan tertulis, dan peraturan administrasi Negara juga diakui. Sumber hukum tersebut tidak dikodifikasikan sehingga tidak tersusun secara sistemmatis.
Dalam system hukum anglo saxson seorang hakim memiliki wewenang lebih besar dibanding hakim dalam system hukum continental. Hakim dalam system hukum anglo saxon tidak hanya bertugas menetapkan dan menafsirkan hukum saja melainkan juga memiliki wewenang besar dalam membentuk suatu tatanan hidup masyarakat. Seorang hakim mempunyai wewenang yang luas untuk menafsirkan peraturan-peraturan hukum yang berlaku. Bahkan seorang hakim dapat membuat suatu prinsip-prinsip hukum baru yang dapat digunakan hakim lain kelak untuk memutuskan perkara yang sejenis.
Sama seperti system hukum continental, system hukum anglo saxon juga membagi hukum dalam 2 golongan. Pada dasarnya tidak ada perbedaan untuk hukum publiknya. Namun, pada hukum privat memiliki sedikit perbedaan. Dimana hukum privat dalam sistem hukum anglo saxon lebih ditujukan kepada kaidah – kaidah hukum tentang milik (law of property), hukum tentang orang(law of persons), hukum perjanjian(law of contract), dan hukum tentang perbuatan melawan hukum (law of torts).

C.                Perbedaan Sistem Hukum Kontinental dan Sistem Hukum Anglo Saxon

1.                  Hukum dalam system hukum continental adalah suatu nilai yang ideal yang berkaitan dengan apa yang seharusnya (das sollen). Sedangkan pada system hukum anglo saxon hukum adalah suatu kenyataan yang ditaati atau tidak ditaati oleh masyarakat (das sein).
2.                  Sumber Hukum system hukum continental adalah peraturan-peraturan hukum tertulis biasanya berupa undang-undang. Sedangkan pada system anglo saxon sumber hukum dapat berupa yuris prudensi, kebiasaan-kebiasaan, peraturan hukum tertulis, maupun peraturan administrasi.
3.                  System hukum continental dikenal dengan adanya kodifikasi hukum. Sedangkan pada system hukum anglo saxon tidak dikenal adanya kodifikasi hukum.
4.                  Pada system hukum continental putusan hakim terdahulu tidak dianggap sebagai sumber hukum. Namun, Pada system hukum anglo saxon putusan hakim terdahulu dijadikan sebagai sumber hukum.
5.                  Tugas hakim pada system hukum continental tidak bebas menciptakan hukum baru karena hakim hanya berperan menetapkan dan menafsirkan peraturan yang ada berdasarkan wewenang yang ada padanya. Sedangkan Pada system Anglo Saxon bertugas menafsirkan dan menetapkan peraturan, menciptakan kaidah hukum baru yang mengatur tata kehidupan masyarakat, menciptakan prinsip hukum baru yang berguna sebagai pegangan bagi hakim dalam memutuskan perkara.

Unordered List

Sample Text

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget