Sabtu, 05 Maret 2016


payah payah payah.
payahnya diri ini.
aku payah.
aku payah setengah mati.

payah payah payah.
seakan tak punya nyali.
aku tak berani.
tak berkutik sama sekali.

payah payah payah.
hanya bisa berkata dalam hati.
hanya bisa menjadi seorang pemimpi.
selalu saja menutup diri.

payah payah payah.
hanya sepengaal kata saja tak bisa.
hanya diam seribu kata.
selalu menghindari bila bertatap mata.

payah payah payah.
ketika aku mulai berani.
mulai membuka diri.
untuk jujur mengatakan kata hati.

payah payah payah.
tapi, memang sungguh payah diri ini.
ketika kesempatan dan waktu telah menghampiri.
lidah seakan kaku tak bisa berkata lagi.

payah payah payah.
kenapa aku payah sekali?
namun, aku tak berputus asa.
kini, mulai kucoba lagi.

payah payah payah.
kini, kucoba kembali.
untung sang waktu mau datang dan memberi kesempatan lagi.
dan, kini ku beranikan diri menatap mata itu.

payah payah payah
namun, sekali lagi ku tak mampu
tak mampu berucap kata didepanmu.
entah, mengapa dengan diri ini.

payah payah payah.
aku tak berani berucap satu kata pun.
aku hanya terdiam sambil memandang.
memandang mata yang indah mempesona.

payah payah payah.
mengapa ku tak mampu ungkapkan semua?
mengapa aku hanya bisa terdiam?
mengapa rasanya ingin ku maki - maki diri sendiri?

payah payah payah.
hanya bisa sesali semua ini.
salahkan diri sendiri.
karena memang tak berani.

payah payah payah.
entah sampai kapan aku terus begini.
menjadi seorang yang payah.
hanya bisa mengukir mimpi diatas mimpi.

payah payah payah.
berkali ku mencoba.
namun, berkali - kali pula ku gagal.
berkali - kali pula ku sesali kepayahan ini.

payah payah payah.
kini aku akan mencoba lagi.
mengumpulkan keberanian diri.
agar ku tak disebut payah lagi.

payah payah payah.
namun, terima kasih payah.
telah menjadi bagian dari kisah ini.
kisah cinta dalam hati.


Oleh : Richard Kennedy

Malam
Malam malam
Dinginya malam
Menusuk tulang
Keremangan malam
Menambah riuh para pegadang

Malam
Waktu beristirahat bagi orang
Setelah siang membanting tulang

Malam
Dalam malam
Ku temukan kesunyian
Kesunyian dalam hati
Kesunyian dalam batin

Malam
Bersama malam
Ada sejuta bintang
Ada juga rembulan
Bersama bersinar menghiasi wajah sang malam

Malam
Hanya malam
Yang menemani ku dalam sunyi
Bersama rembulan dan jutaan bintang yang menghiasi
Yang mengerti seluruh gejolak hati
Yang memahami seluruh perasaan diri

Malam
Satu malam
Ditemani bintang
Ditemani pula rembulan
Kini
Hanya tinggalah aku, rembulan, bintang, dan malam.


Oleh : Richard Kennedy

Jumat, 12 Februari 2016



Exposure adalah salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan Arising the Grateful Winner atau yang biasa disebut ATGW yang diselanggarakan oleh Universitas Katholik SoegijaPranata Semarang. Exposure atau sesi tangguh ini merupakan kegiatan dimana peserta akan dihadapkan dalam situasi nyata untuk membentuk kepribadian peserta menjadi lebih tangguh. Exposure adalah kegiatan yang memerlukan aktivitas mobilitas yang banyak. Oleh karena itu, dengan segala pertimbangan aku diberikan kegiatan exposure khusus oleh Wakil Rektor 3 Unika SoegijaPranata Semarang.

Pada tanggal 17 Desember 2015 sekitar jam 3 sore tiba – tiba handphone ku berdering tanda panggilan masuk. Aku mendapatkan telepon dari seseorang yang tak ku kenal nomornya. Gumamku dalam hati, “siapa sih ini, gangguin orang tidur aja”. Tak berlama – lama langsung aku jawab telepon itu. “halo, siapa ini?” kataku dengan suara agak serak karena baru terbangun dari tidur. “Halo, ini Richard ya?” Terdengar suara wanita yang bertanya kepadaku dari seberang telepon. “iya, maaf ini siapa ya?” tanyaku penasaran. “Saya Bu Litha, Wakil Rektor 3” Jawab wanita itu yang ternyata adalah Ibu Litha Wakil Rektor 3 di Universitas tempatku menempuh pendidikan tinggi sekarang ini. “oh, iya bu. Ada apa ya bu kalau boleh saya tau?” Jawabku lagi langsung dengan sok sigap. “hmm, ini Richard saya ingin membicarakan tentang kegiatan ATGW yang akan Richard ikuti. Apa besok Richard Bisa menemui saya di ruangan saya di gedung Michael Lantai 3?” Jawab Bu Litha seraya menjelaskan tujuannya menelepon di sore hari ini. “Bisa bu, besok saya akan ke ruangan Ibu setelah Ujian jam pertama usai mungkin sekitar jam 9 bu” kataku menyetujui. “baik kalau begitu saya tunggu besok, terima kasih” Tanda Bu Litha akan mengakhiri teleponnya. “Iya Bu, Terima kasih” dan akhirnya tedengar bunyi tut…tut…tut… tanda nada telepon telah terputus. Segera setelah itu aku melanjutkan tidur siangku kembali, hehehe… *oh ya, sekedar info aku menemui Bu Litha dimasa Ujian Akhir Semester Ganjil. Maka dari itu aku berjanji akan menemuinya setelah Jam Ujian pertama selesai dihari itu, dan itu juga merupakan alasan mengapa aku banyak tidur siang kala itu. Ngumpulin tenaga choy buat ujian, huehehehe :D *

Keesokan harinya tanggal 18 Desember 2015 setelah ujian jam pertama usai sekitar pukul 9 pagi. Aku dibantu Yusuf temanku untuk pergi ke gedung Michael untuk menemui Bu Litha sesuai perjanjian kemarin. Oh ya, akan aku jelasin kenapa aku perlu dibantu oleh Yusuf untuk menuju ke gedung Michael. Aku adalah Richard Kennedy Mahasiswa Fakultas Hukum dan Komunikasi Universitas Katholik SoegijaPranata Semarang. Aku memiliki keistimewaan tersendiri dibanding teman – temanku. Ya, aku adalah seorang penyandang disabilitas. Aku adalah orang dengan keterbatasan pengelihatan. Nah, untuk alasan inilah juga  Bu Litha memanggilku.

Sesampainya di ruangan Bu Litha, ternyata Bu Litha telah menunggu ku. Aku pun masuk dan menyapanya, “selamat pagi Bu”. “Pagi, silahkan duduk” Jawabnya tenang seraya menyuruhku untuk duduk. “iya, bagaimana bu untuk kegiatan ATGW saya?” tanyaku dengan mimic penasaran. “iya Richard, Karena Richard punya keistimewaan tersendiri maka saya juga memikirkan kegiatan ATGW yang akan Richard ikuti” Jelasnya. Aku pun hanya mengangguk – ngangguk dan memperhatikan Bu Litha berbicara. “ Kalau untuk dihari pertama ATGW saya rasa tidak ada masalah karena kegiatan dihari pertama lebih banyak dihabiskan didalam kelas. Tapi, yang saya pikirkan adalah untuk kegiatan di hari kedua terutama kegiatan exposure atau pada sesi tangguh yang merupakan kegiatan yang banyak aktivitas mobilitasnya.” Lanjutnya menjelaskan. “Iya bu, terus bagaimana?” Tanyaku setelah menyimak penjelasaannya tadi. “Nah, begini Richard, saya memiliki opsi untuk Richard. Bagaimana kalau untuk kegiatan exposure Richard melakukan Exposure di Dapur Unika?” tanyanya sambil memberikanku opsi. “hmm, maaf bu kalau boleh saya bertanya kegiatan exposure itu dimaksudkan untuk apa sih bu? Dan apa manfaatnya?” tanyaku kepada Bu Litha. “Jadi, exposure itu kegiatan dimana peserta harus terjun ke masyarakat. Tujuannya untuk membentuk kepribadian peserta ATGW. Ya, jadi kegiatannya juga harus bermanfaat untuk orang lain juga.” Jawabnya sangat detail. “hmm, oh, kalau begitu bu. Apa boleh saya usul?” tanyaku ingin mengemukakan pendapat. “oh, tentu saja boleh, bagaimana Richard?” timpalnya. “Jadi, bagaimana kalau saya melakukan exposure untuk menjadi trainer computer berbicara untuk tunanetra bu?” kataku mengemukakan usul. “wah, itu Ide bagus juga. Saya rasa kegiatan itu akan lebih bermanfaat juga bagi orang yang akan diajarkan.” Jawabnya menyetujui. “Iya Bu, Saya akan memilih tempat di Pertuni Jawa tengah untuk melakukan kegiatan exposure saya ini.” Sambungku menjelaskan tempat kegiatan exposure khusus ku. Lalu kami mengobrol – ngobrol blab la bla dan blab la bla hingga akhirnya aku berkata kembali “ secepatnya nanti saya akan hubungi pihak pertuni jawa tengah bu”. “iya, Jika nanti membutuhkan surat rekomendasi langsung saja kontak saya melalui nomor saya kemarin ataupun melalui Whatsapp.” Kata Bu Litha. “Baik bu, terima kasih dan selamat pagi” Kataku untuk pamit kembali ke gedung Antonius karena akan kembali mengikuti ujian Jam ke – 2. Oh, ya temanku Yusuf masih menunggu ku waktu aku mengobrol dengan Bu Litha. Sehingga, aku pun kembali dengan selamat ke Gedung Antonius juga karena bantuannya, hehehe…

Ya, setelah ujian usai, karena hari itu adalah ujian hari terakhir sekaligus hari terakhir kami masuk kuliah. Aku dan teman – teman menyempatkan diri untuk ngobrol – ngobrol sejenak. Kami ngobrol blab la bla dan bla blab la. *salah focus* huehehe... Okay, kembali ke topic. Setelah ujian selesai dan setelah aku ngobrol dengan teman – teman, Aku pun bergegas pulang karena juga ojek telah menjemput. Setelah sampai di kos, aku segera menghubungi salah seorang pengurus Pertuni Jawa Tengah untuk membicarakan rencanaku melakukan exposure di Pertuni. Kami mengobrol cukup panjang, dan akhirnya aku diminta mengirimkan surat rekomendasi dari pihak universitas kepada DPD Pertuni Jawa Tengah yang inti suratnya menjelaskan bahwa aku meminta ijin untuk melakukan kegiatan exposure di Pertuni Jawa Tengah. Setelah itu, Aku pun menghubungi Bu Litha kembali untuk meminta surat rekomendasi. Hingga pada akhirnya Surat Rekomendasi dikirimkan dan telah diterima dengan aman oleh pihak Pertuni. Entah kapan tanggal pastinya surat itu dikirim aku pun tak tau. Untuk mengetahuinya, mari kita Tanya pada rumput yang digoyang... *rumput yang bergoyang udah terlalu mainstream* huehehehe :D tapi, yang jelas surat itu telah sampai beberapa hari setelah aku memintanya ke Bu Litha.

Okay, hari demi hari berlalu dan tahun pun telah berganti. Yups, ini sudah 2016, hehehe :D Untuk memastikan kembali di Pihak Pertuni aku mencoba menghubungi salah satu pengurus Pertuni Jawa tengah. Lalu, aku bertanya kepada salah satu pengurus “maaf mas, apa surat dari unika sudah diterima?” tanyaku basa basi. “Sudah dari lama lho itu surat datangnya” jawab pengurus itu. “nah, lalu kapan tanggal pasti saya diijinkan untuk berkegiatan disana? Dan bagaimana pesertanya?” tanyaku memastikan. “wah, kalau untuk itu coba kamu hubungin Ketua DPD Pertuni Jawa tengah saja” jawabnya. Setelah itu pembicaraan berakhir dan saya melanjutkan menghubungi Ketua DPD Pertuni Jawa Tengah. “halo, selamat siang Pak” sapaku dari telepon. “iya, selamat siang Richard, ada apa ya?” tanyanya kepadaku. “ini pak saya mau bertanya tentang kapan tanggal pasti saya bisa berkegiatan di Pertuni Jawa Tengah dan bagaimana soal peserta training komputernya pak?” tanyaku menanti kepastian *kepastian jadi baper deh* *lupakan* huehehehe :D . “ oh, kalau waktunya sih senggang di awal febuari. Nah, kalau untuk peserta coba nanti saya akan kordinasikan dengan Mas Ari.” Jawabnya kepadaku. “oh, baik pak terima kasih.” Kataku menanggapi. “okay Richard, setelah saya berkordinasi dengan Mas Ari nanti Richard akan langsung saya hubungi” katanya kembali. “ baik pak, terima kasih sekali lagi” kataku untuk menghakhiri telepon. Oh ya, aku menelepon Ketua DPD Pertuni Jawa tengah sekitar tanggal 20 Januari 2016. Ya, beberapa hari sebelum exposure dilaksanakan.

Entah bagaimana bisa, akhirnya aku langsung berkordinasi sendiri dengan Mas Ari untuk menanyakan peserta training. Setelah mengobrol blab la bla. Akhirnya, kami menemukan peserta yang paling cocok. Kami menemukannya tepat 7 hari sebelum exposure dilaksanakan. Oh ya, kelupaan. Mas Ari adalah seorang tunanetra juga. Dia adalah pengurus Pertuni Jawa Tengah yang biasanya menjadi Trainer computer di DPD Pertuni Jawa Tengah. Nah, exposure sendiri dilaksanakan tanggal 1 Febuari 2016. Setelah mendapatkan Jadwal dan peserta pasti aku langsung menginformasikannya kepada Bu Litha, karena akan ada kakak co-trainer yang akan mengawasiku ketika exposure.

Tanggal 1 Febuari 2016, hari exposure pun tiba. Wah, dijadwalkan kami memulai kegiatan pukul 10.00 tepat. Tapi, karena ada sedikit kendala aku datang agak terlambat. Hmm, sebenernya nggak terlambat sih. Aku datang jam 10 tepat. Kenapa aku bilang terlambat, karena jam 10 tepat itu aku belum melakukan persiapan apa pun. Sehingga kegiatan training komputernya sendiri baru bisa dilaksanakan jam 10.05.

Ternyata ketika aku datang, sudah ada yang menunggu ku disana. Yaps, Henock peserta pelatihan computer hari ini dan sudah ada 2 kakak co – trainer dari Unika. Ketika itu juga ada bapak ketua DPD Pertuni Jawa Tengah sih. Tapi, setelah aku dating beliau harus pergi karena ada kepentingan. Oh, ya sebenernya itu kakak yang ngawasin bukan kakak co – trainer sih. Dia kak Yenita dari Fakultas Sikologi. Aku baru tau kalau dia ternyata adalah Supervisor ATGW 2015. Ya, itu aku taunya juga sewaktu ATGW tanggal 5 – 6 Febuari dilaksanakan, hehehe...

Tak berlama – lama, akhirnya kegiatan dilaksanakan. Aku mengajarkan kepada Henock beberapa Ilmu yang telah aku peroleh ketika aku Kursus Komputer Berbicara di Yayasan Mitra Netra Jakarta. Aku mengajarkan kepada Henock bagaimana cara membuat format paragraph pada Microsoft Word, bagaimana cara mengubah bentuk dan ukuran font, bagaimana mengedit document di Microsoft Word, dan Bagaimana Menyimpan document Microsoft Word. Setelah puas berkelana di Microsoft Word. Aku pun mengajak Henock untuk menjelajah di internet. Ya, aku mengajarkan henock bagaimana cara menggunakan web browser, bagaimana membuka halaman web, bagaimana mengunakan search engine seperti Google, dan bagaimana mencopy – paste artikel yang kita ingin simpan. Tak lama aku berlatih bersama henock, karena memang henock adalah anak yang cerdas. Oh, ya sebelum memulai latihan kami sempat menemui kendala karena computer yang tersedia di Pertuni tidak terinstal Screen Reader berbahasa Indonesia. Sedangkan, henock sendiri biasanya berlatih dengan screen reader berbahasa Indonesia. Akhirnya, supaya tidak membuang waktu untuk menginstal dan sebagainya. Aku memutuskan untuk henock berlatih menggunakan laptop miliku karena memang laptop miliku telah aku instal beberapa Bahasa untuk screen readernya sendiri.

Senang rasanya bisa berlatih bersama henock, semoga apa yang telah aku beri tau ke henock tentang computer berbicara ini kelak dapat bermanfaat bagi henock. Memang kegiatan exposure ini cukup menyita perhatianku beberapa saat lalu. Tapi, setelah aku melaluinya rasanya sungguh senang, karena selain bisa berbagi. Ternyata kegiatan yang aku siapkan beberapa waktu lamanya, dan harus menghubungi sana dan sini dapat berjalan dengan lancar.

Yups, ini cerita tentang exposure ku. Dari perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan. Ya, semoga dilain kesempataan aku dapat berexposure seperti teman - teman. Sepertinya menarik, bertemu orang baru, dan dikeadaan yang baru dan nyata. Tapi, tentu saja exposure khusus ku memberikan aku kepuasan tersendiri. Jadi, Terima Kasih untuk semua pihak dan Terima Kasih juga untuk ATGW 2015. :D


Young Voices Indonesia adalah satu-satunya organisasi disabilitas yang beranggotakan para pemuda dengan berbagai macam disabilitas. Baik itu pemuda dengan keterbatasan pengelihatan, keterbatasan pendengaran, keterbatasan fisik, maupun keterbatasan mental. Young Voices Indonesia sendiri berdiri pada tanggal 21 Juni 2012 di Jakarta. Organisasi ini diprakarsai oleh Yayasan Wisma Cheshire dan Uni Eropa. Sebenarnya Young Voice sendiri sudah berdiri di beberapa Negara. Indonesia sebagai Negara yang besar juga memilikinya sekarang ini. Lalu apa tujuan dari Young Voices Indonesia? Apa saja kegiatannya?

Young Voices Indonesia termasuk sebuah kelompok social. Hal ini dikarenakan Young Voices Indonesia memiliki pertemuan rutin setiap bulannya. Young Voices Indonesia sendiri juga memiliki markas yang jelas. Young Voices Indonesia Jakarta bermarkas di Wisma Cheshire Jakarta Selatan. Selain di Jakarta Young Voices Indonesia juga ada di Banda Aceh. Diantara anggota Young Voices Indonesia memiliki ikatan moral yang sangat kuat sekali. Dengan tujuan yang sama dan cita-cita yang sama kami saling membantu satu sama lain. Misalnya ketika ada seorang anggota keterbatasan pengelihatan sedang berjalan sendirian tanpa ada yang membantu maka salah satu anggota lainnya dengan keterbatasan pendengaran akan membantunya dan menuntunya ketika sedang berjalan. Indah bukan? Dengan seluruh keterbatasan yang ada dan berbeda kita bisa saling melengkapi.

Tujuan Young Voices Indonesia adalah mendorong angkatan muda disabilitas Indonesia agar lebih kreatif, mandiri, serta dapat menyuarakan hak-hak penyandang disabilitas. Fokus utama Young Voices Indonesia dimasa sekarang ini adalah penyediaan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang terbuka bagi para penyandang disabilitas. Young Voices Indonesia mengadvokasi para penyandang disabilitas yang tidak mendapatkan hak-haknya. Young Voices Indonesia bertumpu pada CRPD(Convention of the right for People with disability) dan Undang-Undang no 19 tahun 2011 tentang Penyandang Cacad untuk mengadvokasi para penyandang disabilitas yang tidak mendapatkan haknya.

Selain kegiatan advokasi diatas organisasi ini juga melakukan sosialisasi dengan melakukan kampanye mengenai para pemuda dengan kebutuhan khusus. Misalnya mengadakan kampanye tentang huruf brailed an akses IT untuk Para pemuda dengan keterbatasan pengelihatan. Atau mengampanyekan Bahasa isyarat untuk para pemuda dengan keterbatasan pendengaran. Biasanya kampanye ini diadakan 2 minggu sekali di acara Car Free Day di daerah bundaran Hotel Indonesia. Dalam acara ini para pemuda disabilitas mengampanyekan semua tentang penyandang disabilitas kepada masyarakat umum. Dan respon dari masyarakat sendiri pada acara Car Free Day itu sangat baik. Mereka sangat antusias dengan apa yang dikampanyekan. Sehingga masyarakat umum ini pun tak jarang membentuk sebuah krumunan. Krumunan yang dibentuk masyarakat umum ini bisa kita katakan sebagai casual crowd. Kita katakan casual crowd karena mereka berkumpul hanya ketika ada sesuatu yang menarik saja dan diantara mereka biasanya tidak mengenal satu sama lain. Kerumunan ini bersifat sementara, ketika hal yang menarik itu sudah usai maka kerumunan itu akan bubar dengan sendirinya.

Untuk prestasi Young Voices Indonesia sendiri memiliki segudang prestasi baik di tingkat nasional atau bahkan internasional. Misalnya pada Global IT Chalange for Youth with Disability (GITC) 2014 yang diadakan di Korea Selatan 2 anggota Young Voices Indonesia berhasil menyabet 2 medali untuk Indonesia. Selain itu juga ada salah seorang anggota Young Voices Indonesia dengan keterbatasan pendengaran yang diundang ke Inggris dan berbicara didepan Parlement inggris. Juga ada Anggota dengan keterbatasan pengelihatan yang diundang ke Korea Selatan dan berbicara didepan parlement korea selatan mengenai bagaimana penyandang disabilitas Indonesia. Dan beberapa waktu yang akan dating seorang anggota Young Voices Indonesia dengan keterbatasan pengelihatan akan berangkat ke Inggris untuk memenuhi undangan Kerajaan Inggris dan berpidato didepan keluarga kerajaan Inggris. Banyak bukan prestasi yang terukir? Namun sayangnya pemerintah masih belum terlalu memperhatikan para penyandang disabilitas sehingga potensi-potensi yang ada pada para pemuda penyandang disabilitas kita masih belum bisa kita optimalkan.

Bisa kita katakan bahwa Young Voices Indonesia ini adalah sebuah kelompok social atau organisasi yang sangat unik. Mengapa kita katakana unik? Hal ini dikarenakan Young Voices Indonesia adalah satu-satunya organisasi pemuda disabilitas yang beranggotakan para pemuda dengan berbeda keterbatasan. Sehingga disini kita dapat membantu satu sama lain, dan belajar lebih banyak mengenal orang lain. Menambah wawasan kita juga tentang bagaimana disabilitas yang berbeda itu. Kita disini bisa tau bahwa perbedaan itu sungguh indah termasuk beda disabilitas. Dari perbedaan ini kami bisa saling melengkapi hingga pada akhirnya kami dapat meraih mimpi kami semua.


Selasa, 02 Februari 2016



Siang itu, Pak Dono hendak pergi ke toko untuk membelikan susu anaknya yang masih berusia 5 tahun. Kebetulan hari itu persedian susu di rumah telah habis, dan mau tidak mau Pak Dono harus pergi untuk membelinya.
Pak Dono pergi ke toko langganannya. Tapi, saying sekali toko tersebut tutup, dan kemudian Pak Dono berputar – putar mencari toko yang buka. Akhirnya sampailah pak dono ke sebuah toko.

Pelayan : Siang Pak… Ada yang bisa saya bantu?

Tanya pelayan laki – laki itu ramah.

Pak Dono : Siang Mas… Saya mau beli susu mas...
Pelayan : oh, baik Pak… Mau susu yang apa pak?
Pak Dono : lah, emangnya disini ada susu apa saja mas?
Pelayan : Oh, kami disini menyediakan berbagai jenis susu dari susu rasa vanilla, coklat, strawberry, mocca, dan pisang…
Pak Dono : ah, itu standart mah…
Pelayan : oh, jangan salah pak… kami juga memiliki susu cabe khusus untuk 18+ …
Pak Dono : Ah, masnya saru ah… masa kayak begituan dijual disini?
Pelayan : hmm, jangan salah sangka dulu pak… Susu cabe itu susu pedas rasa cabe pak. Untuk dewasa karena kan anak – anak nggak mungkin suka pedes pak...
Pak Dono : wah, ok juga tuh kayaknya… saya mau coba deh susu cabe nya satu kotak…
Pelayan : Baik pak, akan saya ambilkan…

Lalu, pelayan itu pergi mengambilkan susu cabe tersebut. Tak berapa lama pelayan itu kembali dengan sekotak susu cabe…

Pelayan : ada yang lain lagi nggak pak?
Pak Dono : oh, ya hamper saja saya lupa… saya kesini mau beli susu untuk anak saya yang berusia 5 tahun… yang rasa coklat ya mas…
Pelayan : Butuh berapa kotak pak?
Pak Dono : Satu saja deh mas…
Pelayan : baik, tunggu sebentar ya pak…

Pelayan itu lalu mengambilkan sekotak susu coklat untuk anak Pak Dono.

Pelayan : Jadi, ini pak. Satu kotak susu cabe untuk 18 tahun keatas seharga 70.000 dan satu kotak susu coklat untuk 5 tahun keatas seharga 50.000. Jadi, totalnya 120.000 pak…
Pak Dono : baik mas ini uangnya…

Pak Dono menyerahkan uang itu kepada pelayan sambil berkata dalam hati. “wah, murah banget ya toko ini. Kalau aku beli susu di toko ini aku bisa hemat banyak nih…”  setelah menerima kembalian pak dono langsung bergegas pulang...

==================================================

2 minggu kemudian, Pak Dono kembali ke toko tersebut sambil marah – marah membawa kotak susu yang dibelinya dari toko itu 2 minggu yang lalu…

Pelayan : Siang pak, Ada yang bisa saya bantu?
Pak Dono : Mas ini gimana sih? Mas sudah menipu saya... *dengan wajah serius dan marah*
Pelayan : lho, menipu gimana pak maksudnya? *kebingungan*
Pak Dono : ini mas. Mas kan masih ingat kalau saya 2 minggu lalu beli susu di toko ini.
Pelayan : iya, saya ingat pak… Bapak beli 1 kotak susu cabe dan 1 kotak susu coklat kan?
Pak Dono : Iya betul itu mas…
Pelayan : lalu masalahnya apa pak?
Pak Dono : Mas ini telah menipu saya…
Pelayan : menipu gimana sih pak? Apa kesalahan saya? *dengan muka penasaran*
Pak Dono : Mas bilang ini susu cabe untuk 18 tahun keatas dan ini susu coklat untuk 5 tahun keatas… tapi, apa nyatanya mas? 2 minggu saja susu ini sudah habis… begitu mas bilang untuk 18 tahun keatas sama untuk 5 tahun keatas lagi… Apa nggak nipu itu namanya? *dengan muka marah*
Pelayan : waduh, bapak ini gagal paham rupanya… *sambil koprol dan mencium dinding toko*
Pak Dono : gagal paham gimana sih mas? Saya ini serius lho…!
Pelayan : Iya, pak yang saya maksud kemarin ini susu cabe untuk umur 18 tahun keatas dan susu coklat untuk umur 5 tahun keatas. Bukan untuk masa 5 tahun keatas atau 18 tahun keatas pak… *menjelaskan dengan penuh kesabaran*
Pak Dono : Nah, tapi ini dikotaknya juga tertulis untuk 5 tahun keatas lho mas…
Pelayan : iya pak, itu juga maksudnya untuk umur 5 tahun keatas pak…
Pak Dono : oh, begitu ya mas… wah, kurang ajar nih… saya kira bisa irit karena susunya bisa untuk 5 tahun keatas ternyata sama aja… *menepuk dahi*

NB :

Cerita ini hanya karangan semata yang didasarkan pengalaman penulis tentang kegagalan seseorang dalam memahami sesuatu. Jika ada kesamaan nama, sifat, karakter, dan pola cerita penulis mohon maaf. *udah kayak penulis beneran aja* huehehehe… cerita ini hanya untuk hiburan, dan mengisi waktu kosong penulis untuk sekedar menulis… *tambah nggak jelas*

Senin, 25 Januari 2016

Bu Angel adalah seorang guru sekolah dasar. Sore itu, setelah makan malam bersama keluarga Bu Angel langsung bergegas masuk kamar untuk menyelesaikan tugasnya mengoreksi pekerjaan rumah para muridnya. Tak lama kemudian Suami Bu Angel, Pak Charles namanya datang sambil memainkan ponsel pintarnya. Pak Charles akhir – akhir ini memang sedang sibuk belajar berbisnis online.
Bu Angel meneruskan pekerjaannya itu, dan ketika Ia membaca pekerjaan rumah salah satu muridnya air matanya pun langsung mengalir menyusuri pipinya. Pak Charles menyaksikan itu dan bertanya.

Charles : Kamu kenapa sayang?
Angel : (menangis sambil menundukan kepalanya)
Charles : Apa yang terjadi ma?
Angel : Beberapa hari yang lalu aku memberikan pekerjaan rumah untuk para muridku pa… (tangisnya sedikit reda)
Charles : Pekerjaan rumah tentang apa memangnya ma?
Angel : Aku menyuruh mereka untuk menulis tentang apa cita – cita mereka…
Charles : okay, lalu kenapa kau menangis ma?
Angel : Memeriksa dan membaca pekerjaan rumah mereka lah yang membuatku menangis…

Karena penasaran, Pak Charles mendekati Bu Angel.

Charles : Aku ingin tau apa yang tertulis dalam buku itu sehingga membuat mu menangis?
Angel : Dengarkan tulisan anak ini… (membaca tulisan anak tersebut dengan suara yang tersedu – sedu karena menahan air matanya yang kembali tak terbendung)

*Cita – Citaku
Cita – citaku adalah menjadi ponsel pintar. Orang tuaku sungguh mencintai dan menyayangi ponsel pintar mereka. Mereka sungguh peduli kepada ponsel pintarnya sehingga kadang mereka lupa untuk peduli dan memberi perhatian kepadaku. Ayah ku lelah setelah bekerja seharian, Ayah punya banyak waktu untuk ponsel pintarnya. Tapi, tidak untuk ku. Ibu ku letih setelah seharian beraktifitas, Ia pun tak pernah lepas dari ponsel pintarnya kecuali dia sedang mengajar. Tapi, dia selalu melepaskan perhatiannya kepadaku seakan tak peduli kepadaku. Ketika orang tuaku mengerjakan beberapa pekerjaan penting dan ponsel pintar berdering, dengan segera mereka mengangkat telepon tersebut. Namun, tidak untuk ku. Meskipun aku menangis merengek pun mereka tetap tak menghiraukan ku. Mereka asyik bermain game dengan ponsel pintarnya, dan mereka tidak bermain dengan aku. Mereka berbicara dengan seseorang dengan ponsel pintarnya. Tapi, mereka tidak pernah mau mendengarkan aku berbicara sekalipun hal itu penting.
Jadi, cita – citaku adalah menjadi ponsel pintar. Ponsel pintar yang selalu diperhatikan oleh kedua orang tuaku, ponsel pintar yang selalu dipedulikan oleh mereka, ponsel pintar yang selalu diajak mereka untuk bermain game, dan ponsel pintar yang selalu menemani mereka disetiap waktu.

Setelah mendengarkan Bu Angel membacakan tulisan anak itu, Pak Charles pun tersentuh dengan tulisan anak itu.

Charles : Siapa yang menuliskan itu ma?
Angel : hmm, papa pasti tidak akan menyangkanya… (sambil kembali meneteskan air mata)
Charles : memang siapa sih ma yang menulis itu? (dengan wajah yang sudah penasaran)
Angel : Anak kita pa…

NB:

Kemajuan tehnologi diera sekarang ini memang memudahkan kita. Tehnologi dapat membuat pekerjaan manusia semakin mudah dan fleksible. Dengan tehnologi jarak ruang dan waktu dapat teratasi dengan mudah. Tehnologi dapat membuat yang jauh serasa dekat. Namun, juga membuat yang dekat serasa jauh. Tehnologi dapat memudahkan kita mengakses informasi dari seluruh dunia. Tapi, tehnologi juga dapat membuat kita semakin tak peduli dengan linkungan sekitar kita. Jadi, gunakan tehnologi itu sewajarnya saja dan jangan sampai kita diperbudak oleh tehnologi. Kita tidak mungkin menutup diri dari kemajuan tehnologi. karena, apabila kita menutup diri dari kemajuan tehnologi kita akan menjadi manusia yang ketinggalan jaman dan bangsa kita akan menjadi bangsa yang tertinggal. Negara - negara yang awalnya menutup diri seperti negara tirai besi dan negara tirai bambu saja sekarang sangat terbuka akan kemajuan tehnologi, dan bahkan mereka ikut dalam mengembangkan dan memajukan tehnologi tersebut. *Pesan ini tidak disponsori oleh siapapun* hehehehehe :D

Kamis, 21 Januari 2016

Sore itu Jono pergi ke rumah Joni. Jono hendak mengajak Joni untuk pergi Ngopi.

Jono : Ni… Joni… Jon… Joni…
Joni : Apa no lu panggil – panggil gue?
Jono : Temenin gue ngopi yuk…
Joni : Mau ngopi dimana sih lu?
Jono : mmm, ngopi di gerai kopi internasional yang itu tuh kayaknya nikmat… sekalian mejeng donk jon…
Joni : ah, ogah ah gue ngopi disana… gue takut ntar kena BOM… kayak gerai yang disono noh…
Jono : Nah terus dimana nih?
Joni : hmm, dimana ya? Gue juga bingung…
Jono : Gimana kalau kita ngopi di mall aja?
Joni : ah, nggak ah… gue takut juga…
Jono : ha? Takut kenapa lagi lu? Takut kena BOM lagi?
Joni : mmm, bukan kena BOM… kalau di mall gue takut ntar dalam kopi gue ada sianidanya... kayak kejadian yang itu tuh…
Jono : Nah terus gimana donk? Di gerai kopi internasional nggak mau… di mall juga nggak mau…
Joni : bentar… bentar deh jon… gue mau mikir dulu…

Beberapa lama Joni berfikir tapi dia tak kunjung menemukan solusi.

Jono : gimana jon? Lu udah punya tempat ngopi yang cocok?
Joni : belum… gue bingung juga…
Jono : ah, daripada bingung – bingung… gimana kalau kita ngopi di warung depan aja?
Joni : ah, nggak ah…
Jono : lha, kenapa lagi? Tadi disitu takut kena BOM… di sana takut ada sianidanya… Kenapa lagi sekarang?
Joni : gue takut kalau di warung ntar kita ditabrak Mobil sport jon kayak yang ada diberita tuh…
Jono : nah, terus gimana nih?

Joni berpikir ulang. Joni berpikir – piker, berputar – putar. Hingga akhirnya…

Joni : aha, gue punya ide jon…
Jono : Ide apaan?
Joni : gimana kalau kita ngopi di rumah aja?
Jono : kenapa nggak dari tadi lu bilang kalau mau ngopi di rumah? Tapi, kalau cuman ngopi di rumah kita nggak bisa mejeng donk?
Joni : ah, gue baru kepikiran jon… lagian mejeng butuh biaya jon…
Jono : Ya udah deh kalau gitu…
Joni : ok, gue bikinin kopinya bentar ya…

Joni pun pergi untuk membuat kopi. Setelah kopi dan beberapa camilan siap Joni pun kembali ke ruang tamu dan membawakan kopi serta camilan untuk Jono.

Joni : ini nih jon… gue bikinin kopi special buat lu…
Jono : kopi special apaan? Jangan – jangan ntar nih kopi lu campurin sianida juga? Hahaha…
Joni : Nggak mungkin lah jon… Ini nih Kopi Indonesia asli… Kopi Indonesia yang udah terkenal nikmat dan mantabnya… nggak kayak kopi di gerai internasional itu atau juga kopi di mall yang itu… Lagi pula yang dicampur sianida itu kan kopi negara tetangga jon… wkwkwk :D
Jono : ah, bener juga ya lu… hehehe 
Joni : Iya donk… gue gitu lho…

Setelah itu mereka menikmati Kopi Indonesia Spesial buatan Joni itu sambil bercakap – cakap.

Joni : Jon, gue mau cerita nih…
Jono : cerita apaan sih jon? Cerita aja kali am ague... nyantai aja…
Joni : hmm, gini jon… sebenernya gue sekarang lagi bokek… mangkannya tadi lu ngajakin gue ngopi diluar gue selalu kasih alesan…
Jono : ah, gimana sih lu sob… kan bisa gue bayarin dulu ntar… kayak ama siapa aja lu ini…
Joni : ya, gue kan sungkan jon…
Jono : ah, ya udah sekarang ngopi keluar yuk… gue bayarin deh… sambil mejeng…
Joni : ah, ini kan udah ngopi jon… masa mau ngopi lagi sih?
Jono : oh iya ya… gue lupa… Yah…. Ga jadi mejeng donk gue?
Joni : udah mejengnya kapan – kapan aja…
Jono : ok lah… tapi omong – omong nih kopi Indonesia memang nikmat dan mantab ya?
Joni : oh, tentu donk jon…
Jono : mangkannya ga salah kalau ada semboyan… “Cintailah Ploduk Ploduk Indonesia”
Joni : huehehehehe… :D
Jono : berarti alesan yang lu kasih tadi buat nolak ajakan gue ngopi diluar itu cuman alesan alibi doank donk jon?
Joni : hmm, bisa dibilang begitu… hehehe :D
Jono : Ah, kalau gitu kan gue bisa traktir lu dulu tadi... dan tentunya acara ngopi dan mejeng gue nggak gagal donk...
Joni : Ah, lu ini... Mejeng Lagi... Mejeng lagi... Mejeng butuh modal sob... hehehe :D

Lalu Jono dan Joni melanjutkan menyeruput kopinya hingga habis.

Selasa, 19 Januari 2016

Disuatu ruang pertemuan seorang bos sedang menanyakan beberapa pertanyaan kepada para karyawannya.

Bos : Jika saya hari itu akan pergi ke suatu tempat dengan penerbangan pagi. Hari itu saya bangun kesiangan dan secara perhitungan waktu pesawat nggak mungkin kekejar. Tapi, saya tetap melanjutkan pergi ke Bandara. Eh, kok ternyata diperjalanan menuju ke Bandara saya terjebak macet. Kalau begitu situasinya saya sial atau beruntung?
Karyawan : Sial pak, sudah bangun kesiangan kena macet pula…
Bos : Nah, setelah bermacet – macet ria akhirnya saya sampai di Bandara. Sesampainya di bandara saya mendapat informasi bahwa pesawat yang hendak saya tumpangi mengalami delay selama 5 jam. Sehingga saya tidak jadi terlambat dan masih bisa menumpangi pesawat tersebut. Nah, jika seperti itu saya sial atau beruntung?
Karyawan : oh, ya tentu beruntung donk bos…
Bos : Nah, akibat pesawat yang delay 5 jam tadi saya kehilangan proyek besar karena client tersebut enggan menunggu saya. Kalau seperti itu saya sial atau beruntung?
Karyawan : hmm, sial bos kalau seperti itu…
Bos : tapi, setelah beberapa bulan kemudian saya mengetahui kolega saya yang mengerjakan proyek besar yang gagal saya dapatkan gara – gara pesawat yang delay tersebut kena tipu oleh client itu milyaran rupiah. Kalau begini kejadiannya saya sial atau beruntung tidak mendapatkan proyek besar itu?
Karyawan : wah, ya tentu beruntung donk bos. Bos jadi kan nggak kena tipu milayaran rupiah…

Dari percakapan diatas kita dapat mengetahui bahwa penilaian kita terhadap suatu peristiwa bisa berubah seiring berjalannya waktu. Judgment yang kita berikan sehari, seminggu, sebulan, setahun, atau bahkan berpuluh tahun yang lalu akan berubah seiring berjalannya waktu. Ya, seiring berjalannya waktu lalu ada kejadian lain setelahnya maka judgment kita atas suatu peristiwa akan mengalami perubahan baik sedikit atau bahkan berubah 180 derajat. Suatu peristiwa yang kita katakan sial hari ini bisa jadi pristiwa tersebut malah menjadi pristiwa yang patut kita syukuri di masa depan.
Mungkin saja ada kejadian dihari ini, atau kejadian diwaktu yang lalu yang mungkin masih belum bisa anda terima. “beruntung dimananya?” “jelas – jelas saya dirugikan, jelas - jelas saya disakiti” mungkin itu penilaian anda. Tapi, lihat saja seiring berjalannya waktu karena semua yang ada dalam hidup ini tidak akan selalu tetap. Hidup itu seperti sungai yang mengalir dan sangat dinamis sehingga sangat – sangat memungkinkan mengalami perubahan.
Penderitaan akan dimulai disaat kita kaku dalam menilai. Kita selalu memegang penilaian kita ataas sesuatu pristiwa yang buruk tersebut tanpa mau membuka mata untuk melihat peristiwa kelanjutannya. Padahal peristiwa kelanjutannya tersebut berfungsi sebagai penjelas peristiwa buruk yang kita alami sebelumnya itu.
Kita akan tersesat di Kota Semarang apabila kita hendak menyusuri Kota Semarang di tahun 2016 dengan menggunakan peta Kota Semarang yang dibuat tahun 1960-an. Untuk menyusuri Kota Semarang kita perlu mengupdate peta tersebut. Demikian pula dengan peta kehidupan kita, agar kita tak tersesat dalam hidup ini maka kita perlu memperbarui penilaian – penilaian kita akan suatu pristiwa. Kita menilai orang dengan peta yang tidak diupdate, kita menilai pristiwa dengan peta yang sudah kadaluwarsa. Bisa jadi, orang yang kita benci beberapa tahun lalu kini telah berubah 180 derajat. Lalu, mengapa peta dengan penilaian lama tersebut masih kita pegang erat? Padahal peta lama tersebut jelas menyimpan penderitaan kita.
Banyak peristiwa, ada suka tentu ada duka. Ada tangis juga ada tawa. Ada manis dibalik kecewa. Jadi, lalui saja semua seperti air yang mengalir disungai, seperti udara yang berhembus di tepian pantai. Tentu, mari kita juga Update peta penilaian kita menjadi peta yang benar – benar baru. Singkirkan semua penderitaan yang telah tergores pada peta yang lama.
Hmm, tapi ngapain jaman sekarang masih pakai peta? Kan jaman sekarang udah ada GPS atau bisa pakai Google Map, hehehe :D Just Kidding.

Minggu, 17 Januari 2016

Suatu sore, seorang kakek – kakek tua hendak pergi ke dokter gigi. Beliau hendak memeriksakan giginya yang sudah tinggal dua. Sesampainya di tempat praktek dokter gigi tersebut sang kakek langsung mengambil nomor antrian. Tak selang berapa lama tiba giliran kakek tua itu untuk masuk ke ruang praktek dokter.

Dokter : Selamat sore Kek.
Kakek : sore dok…
Dokter : Ada yang bisa saya bantu kek?
Kakek : Iya dok, saya kemari hendak memeriksakan gigi saya yang tinggal dua ini dok... *dengan suara khas orang tua yang gemetar*
Dokter : Oh, baik kek. Silahkan duduk disini…
Kakek : baik dok…

Sang kakek pun langsung menuju ke kursi pemeriksaan dan duduk disana.

Dokter : Ayo kek buka mulutnya lebar – lebar. Aaa… *aba – aba sang dokter yang menyuruh kakek membuka mulut*

Kakek pun membuka mulut dan sang dokter mulai memeriksa gigi kakek.

Dokter : waduh kek, gigi kakek sudah hamper habis… gimana kalau dipasang gigi palsu kek?
Kakek : boleh deh dok…
Dokter : iya kek, hari ini kita lakukan pengukuran gigi terlebih dahulu dan besok kita akan memasangnya kek… bagaimana?
Kakek : boleh deh dok… tapi, kira – kira berapa ya dok biayanya? Mahal nggak dok?
Dokter : Nggak mahal kok kek, cuma Dua juta rupiah kek…
Kakek : oh baik dok… kalau begitu besok saya akan kemari lagi…

Setelah itu sang kakek pun pulang ke rumah. Keesokan harinya dengan persiapan yang matang sang kakek kembali lagi ke tempat dokter tersebut untuk melakukan pemasangan gigi palsu.

Kakek : sore dok… Saya sudah siap untuk pemasangan gigi palsu dok…
Dokter : Sore juga kek, silahkan duduk di kursi seperti kemarin ya kek…

Tak berapa lama sang kakek langsung menuju ke kursi tersebut dan sang dokter langsung melaksanakan tugasnya untuk memasangkan gigi palsu di mulut sang kakek. Setengah jam berlalu, tugas dokter pun selesai dan sang kakek telah memperoleh gigi palsu yang terpasang di mulutnya.

Dokter : sudah selesai kek… silahkan pindah ke meja konsultasi…
Kakek : baik dok… terima kasih…

Di meja konsultasi sang dokter memberikan penjelasan kepada kakek – kakek itu tentang bagaimana cara merawat gigi palsunya.

Dokter : Jadi, kakek paling tidak sebelum tidur harus gosok gigi ya kek…
Kakek : baik dok… mmm, saya pamit dulu ya dok… ini uang dua juta rupiah untuk gigi ini dok... terima kasih ya dok…
Dokter : Sama – sama kek… Hati – hati dijalan ya kek…

Setelah itu kakek pun keluar dari ruang praktek dokter tersebut dan sang dokter mulai menghitung dan memeriksa uang tersebut. Tak lama kemudian sang dokter keluar dari ruangannya sambil bertriak memanggil sang kakek.

Dokter : Keeeeek… Kakek tunggu sebentar… Keek…

Mendengar teriakan dokter yang memanggil dirnya, sang kakek pun berhenti dan sang dokter menghampirinya…

Kakek : ada apa dok?
Dokter : ini kek, uang yang kakek berikan palsu semua kek… …
Kakek : terus apa masalahnya dok?
Dokter : Ya masalahnya ini adalah uang palsu kek…
Kakek : lalu?
Dokter : saya minta ganti yang asli kek…
Kakek : enak aja dokter ini… kan kita impas dok...
Dokter : kok bisa impas? Impas gimana kek maksudnya?
Kakek : Nah, sekarang saya Tanya. Apa yang dokter pasangkan dimulut saya?
Dokter : Gigi palsu kek…
Kakek : Saya Tanya lagi, uang yang dokter pegang ini uang apa dok?
Dokter : Uang Palsu kek…
Kakek : Nah, impas kan berarti? Saya dapat gigi palsu dokter dapat uang palsu… Sama – sama senang kan? *sambil melanjutkan berjalan meninggalkan tempat praktek dokter gigi tersebut*
Dokter : dasar kakek – kakek s*nting…!

Sabtu, 16 Januari 2016

Jomblo adalah seorang cewek yang ngejomblo karena dulu dia pernah patah hati. Sampai sekarang dia tetap ngeJomblo karena dia selalu gagal move on. Sedangkan Single adalah seorang cowok yang selalu memegang prinsipnya untuk tetap single sampai dia meraih kesuksesan.
Suatu hari Single berada di kantin kampus. Dia melihat Jomblo sedang lewat dihadapannya dan memanggilnya.

Single : mblo mblo jomblo...
Jomblo : apaan ngle panggil - panggil gue...
Single : nggak apa mblo. gue cuma mau tanya ke lu...
Jomblo : emang lu mau tanya apaan ke gue?
Single : lu nggak malu mblo?
Jomblo : malu sama siapa?
Single : malu sama Jakarta...
Jomblo : kenapa gue harus malu sama Jakarta? emangnya apa hubungan gue sama Jakarta?
Single : Ya, lu nggak malu kalah sama Jakarta?
Jomblo : kalah apaan sih emang? kok ga jelas banget sih lu ngle...
Single : kalah cepet move on sama Jakarta... Jakarta aja hari itu diteror tapi, hari itu juga Jakarta langsung move on... Nah elu? udah lama hancur tapi, ga move on move on...
Jomblo : sialan lu...! lu emang punya bukti kalau gue belum move on?
Single : Nah, itu... lu masih ngejomblo... nggak punya pacar...
Jomblo : emang lu punya pacar?
Single : nggak juga... 
Jomblo : terus apa bedanya gue sama lu?
Single : kalau gue itu prinsip. kalau lu ngejomblo itu nasib sekaligus gagal move on...
Jomblo : hmm, sialan lu...!
Single : tapi, masih mending lu lho mblo...
Jomblo : mending gimana?
Single : ya, mending lu gagal move on dari pada orang yang gagal paham...
Jomblo : gagal paham? gimana maksud lu?
Single : itu lho mblo... gagal paham kayak itu tuu...
Jomblo : oh, ya ya ya... gue paham yang lu maksud...
Single : bagus deh kalau lu paham yang gue maksud...
Jomblo : iya donk mending gue gagal move on dari pada dia gagal paham... dia kira kita orang takut apa... kita orang ma nggak takut... mangkanya kita orang ma ga mau minta maaf... emang siapa yang salah? asal aja suruh suruh minta maaf...
Single : hahaha... iya mblo... kali ini kita sehati...
Jomblo : kita ma dari dulu sehati ngle. tapi, memang ada perbedaan dikit, hehehe :D
Single : ya udah mblo kalau gitu kita jadian aja gimana?
Jomblo : mmm, nggak deh ngle... gue masih belum bisa move on... jadi sorry ya ngle...
Single : ah, gimana sih lu mblo... dasar payah... gagal move on mulu...
Jomblo : Nah lu sendiri? katanya prinsip? tapi, kok ngajakin gue jadian?
Single : hmm, demi lu gue ngelanggar prinsip gue sendiri mblo...
Jomblo : uuuu, so sweet... tapi, lu juga payah... prinsip sendiri lu langgar...
Single : ya udah kalau gitu, gue tarik kata - kata gue yang tadi... anggep aja gue ngggak pernah ngajakin lu jadian... dasar payah...!
Jomblo : lu itu yang payah...!

akhirnya jomblo dan single tetap menyandang status lama mereka masing - masing. :D

NB : Jakarta memang hebat. Rakyat Indonesia memang TOP. Hari itu kena hari itu juga langsung bangkit. Jakarta nggak takut. Kami nggak takut. Indonesia Berani. Kita bersatu maka kita berani. Bhineka Tunggal Eka. Jadi, buat apa minta maaf? emang kita punya salah? Jadi, Hidup Indonesia.
    #KamiTidakTakut #IndonesiaBerani #JakartaRecoveryQuickly

Unordered List

Sample Text

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget